3D di sini bukan 3 dimensi (panjang, lebar, tinggi), namun sebuah slogan yg digunakan oleh pihak Bank Indonesia.

Setahu gw, sudah ada 2 slogan yg menggunakan 3D.
1. Slogan 3D yg pertama = Dilihat, Diraba, Diterawang.
Slogan 3D pertama ini muncul sekitar akhir tahun 2005, menurut penelitian dan hasil analisakunerd (hweleh..cool), karena saat itu sedang marak peredaran uang palsu. Diharapkan, layanan masyarakat yg tampil dengan menampilkan slogan ini, masyarakat bisa lebih hati-hati dan waspada terhadap peredaran uang palsu yg saat itu kian marak. (kalo gw ga salah baca, tahun 2005 lalu beredar uang palsu sebesar lebih dari Rp 100milyarloser)

2. Slogan 3D yg kedua = Didapat, Disayang, Disimpan.
Slogan 3D yg kedua baru gw ketahui seminggu terakhir ini. Dari beberapa 'poster' (iklan?) di koran-koran, dijelaskan bahwa uang (yg diedarkan Bank Indonesia) SEBAIKNYA:
- JANGAN BASAH
- JANGAN DIREMAS
- JANGAN DILIPAT
- JANGAN DISTRAPLES (di-hekter, kalo bahasa sehari-hari...tongue)
- JANGAN DICORET-CORET
(5 jangan di atas bisa disebut sebagai 5 don't)

Membaca slogan 3D yg kedua ini, mengingatkan gw beberapa tahun lalu, ketika seorang teman menceritakan pengalamannya menukar uang dollar di sebuah money changer. Uang US$100 miliknya hanya dihargai US$90, karena uang dollarnya CACAT (ada bagian yg kena hekter). Sia-sia temen gw berargumen bahwa uang itu dia terima dari sebuah bank saat dia beli dollar. Akhirnya dia batalkan transaksi dan pindah ke money changer lain yg (syukurnya) mau menghargai US$100.

Apa kaitannya? Ada donk kaitannya...
1. Masyarakat Indonesia masih bersikap masa bodoh dalam 'merawat' uang. Sebagaimana 5 don't di atas, itu adalah 'cermin' budaya masyarakat kita...termasuk gw, yg kadang masih suka meremas dan melipat duit kertas. Soalnya susah+repot sih kalo mesti bolak balik buka dompet...ntar ketauan ada foto orang ganteng di dalamnya, xixixi..coolbig grin Gw sendiri sering menemukan uang2 kertas nominal 1000 - 5000 ada tulisan macam2. Mulai dari no telp, lalu catatan, sampai 'pesan' berbunyi "Jika anda menemukan uang ini harap dikembalikan ke bla bla bla..."laughing
2. Money changer2 itu yaa...menurut gw sih, rada2 menyebalkan juga lah. Mereka memperlakukan uang asing dg 'hati-hati', namun di sisi lain mereka (kadang) tidak aware dg rupiah. Maksud gw, mereka menolak uang asing yg cacat, namun gw pernah lihat ada money changer yg meng-hekter uang rupiah. Lah ini kan standar ganda tah?loser
3. Bank Indonesia nampaknya serius mengubah paradigma masyarakat Indonesia dalam memperlakukan uang. Hmmm..mungkin terkesan sepele...namun jika kita merujuk pada orang2 bule di sana (yg seringkali dijadikan patokan), mereka memang memperlakukan uang (kertas) dg hati2. Emang bener bahwa kondisi duit2 mereka diperhatikan... Ya ya ya, semoga edukasi yg dilakukan Bank Indonesia berhasil ya? happypeace sign