Pagi tadi gw, seperti biasa, menggunakan jasa kereta api untuk pergi dari Bandung ke Jakarta. Semula gw pikir tidak ada kejadian 'luar biasa' di kereta *soalnya belakangan ini tidak banyak kejadian 'aneh2' di keretawhistling* hingga sekitar 10 menit menjelang berangkat, seorang bapak menghampiri barisan kursi 4A-4B.

Si bapak tertegun sesaat ketika melihat orang lain sudah duduk di barisan kursi 4A-4B. Seakan tak percaya, terjadilah dialog singkat.
Bapak Yg Heran (BYH):"Maaf pak...ini kursi 4B?"
Bapak Yg Duduk (BYD):"Betul...ini kursi 4B."

BYH:"Apa Bapak tidak salah kursi? Di tiket saya tertulis 4B."
BYD:"Nampaknya tidak..." (seraya mengeluarkan tiket)

Keduanya lalu mencocokkan tiket yg mereka pegang, (gw sempat ikutan ngintip) DAN TERNYATA KEDUA TIKET SAMA PERSIS KETERANGANNYA (jadwal keberangkatan, gerbong kereta, dan no kursi).not talkingthinking

BYH hanya terbengong-bengong melihat tiketnya 'tidak berlaku'. Akhirnya disarankan untuk menghubungi kondektur agar didapat solusi.

Walah-walah...aneh bin ajaib juga ya? BUMN sekelas PT KAI masih melakukan 'keteledoran' dalam membuat/menyediakan tiket pemesanan. not talkingshame on you Bayangkan jika ada 3-4 penumpang yg memiliki tiket ganda, apa tidak lebih pusing mencari solusinya? hehehe...waitingwhew!at wits' end

Mungkin PT KAI mesti memperbaiki software pemesanan tiket...bisa jadi ada bug di softwarenya, sehingga dalam satu kasus dia mengeluarkan 2 tiket yg serupa. coolhee hee

*ini berandai-andai*
Jika kasus seperti ini terjadi di perusahaan penerbangan, kira2 apa solusinya ya? Misalkan tenyata memang tiketnya ganda, lalu semua seat sudah terisi. Apakah si penumpang akan diberi tali, untuk diikat di badan, lalu digantung di ekor pesawat? xixixix...rolling on the floordevil