Pak SBY, gw adalah rakyat yg Bapak pimpin. Maaf jika artikel ini mengganggu ketenangan Bapak atau bahkan membuat kesibukan Bapak kian bertambah. Maaf juga jika gw tidak pake EYD yg benar Pak, karena pada dasarnya gw cuma egepe ama EYD (EYD Yang Di-eyd-kan).

Pak, gw pengen cerita sedikit Pak...
Tahukah Bapak, bahwa anak buah Bapak ada yg ga becus kerjanya Pak? Menunda pembayaran gaji para bawahannya hingga 8 bulan...padahal mereka manusia, mereka punya keluarga, butuh uang untuk makan, butuh uang untuk bayar sekolah.at wits' end - New!

Yak...mungkin Bapak udah tahu apa yg gw omongin. Ini nasib karyawan (sopir) PPD, Pak. Bayangkan Pak, 8 (DELAPAN) BULAN TIDAK DIGAJI. Masih 'lumayan' kalo gajinya dicicil...lah ini sama sekali ga dibayar...gimana mereka bisa hidup? Saat ini pun gw yakin mereka sudah ngos2an hidupnya, berhutang sana sini...yg mereka sendiri mungkin kagak tahu kapan bisa mbayar hutang2 itu.waitingnailbiting

Itu nasib mereka yg berhutang...mungkin (stereotip bangsa Indonesia) masih lebih beruntung daripada yg digugat cerai oleh istrinya. Pak SBY....istri2 mereka ada yg menggugat cerai, karena mereka tidak mendapat uang bulanan dari suami mereka. Mereka, para istri, menduga suami2 mereka punya istri simpanan...padahal, demi ALLOH, suami2 mereka peras keringat, banting setir, sejak pagi buta hingga malam (ini gw denger dari cerita seorang sopir PPD).sick

Padahal mereka (para suami) berusaha keras memenuhi setoran yg dibebankan kepada mereka. Padahal mereka rela melanggar rambu lalu lintas demi mengantarkan para penumpang agar cepat sampai tujuan. Setelah mereka kerja 'gila2an' seperti itu, apakah ada penghargaan yg mereka terima? SAMA SEKALI TIDAK, PAK SBY!!!not talking

Pak SBY, mbok sampeyan cek lagi kualitas bawahan2 anda Pak...!! PPD ini kan 'tanggungan' Menteri Perhubungan, mbok sampeyan yaaa...ngambil tindakan begonoh. Oke, gw ngerti, masih banyak urusan penting lainnya, tapi apa rakyat mesti selalu nelongso, sengsara, merasakan pahitnya hidup?waitingshame on you

Pak SBY, kemaren para sopir PPD demo (memasuki hari kedua). Gw butuh 2jam untuk menempuh Mampang - Thamrin, padahal biasanya 40menit sudah sampai. Bapak bisa bayangkan ga, berapa kerugian yg mesti ditanggung oleh semua pihak, baik pihak (sopir) PPD yg hari itu tidak 'narik' ataupun orang2 yg telat bikin janji gara2 demo?I don't know Belum lagi kerugian bensin yg terbuang, bla bla bla (males nulisnya). Gw GA NYALAHIN DEMO SOPIR PPD...itu cara mereka menyuarakan aspirasi mereka, yg mampet gara2 bawahan Bapak keasikan ngurusin duit gaji mereka yg ditahan selama 8bulan.feeling beat up

Gw denger dari sopir PPD (yg ikut naek angkutan yg gw naekin). Demo kemaren, keluarga para sopir juga stres...!!! Ada anak yg putus sekolah, ada yg istrinya sudah sedemikian kurusnya (mungkin kebanyakan makan hati gara2 gaji ga terima dan kekurangan makan hati sapi dan ayam (yg bergizi) karena ga punya duit). Ada yg malah berusaha memprovokasi pak pulisi yg menjaga demo, agar dirinya ditembak...SAKING STRESNYA TUH PAK...!!at wits' endshame on you

Malah, ada cerita, masih untung mereka2 ini masih punya iman Pak...sehingga tidak melakukan bunuh diri massal bersama anggota keluarganya.nailbiting

Gw sendiri hanya terpana Pak...mungkin selemah2nya iman...hanya bisa berdoa dalam hati, karena gw ga punya wewenang, gw ga punya kekuatan untuk membantu menyelesaikan masalah mereka, Pakpraying. Gw hanya bisa menulis artikel ini, berusaha menyuarakan apa yg gw denger dan gw tahu dari mereka.

Emang, gw sendiri ga yakin Pak SBY baca artikel ini...tapi yaa...gpp...setidaknya gw ga terlalu stres mikirin nasib sopir2 PPD itu...frustrated

Oya, jangan sampai sipir2 penjara juga demo lho...!!!