Hampir sebulan, sejak MUI menetapkan fatwa bahwa sms undian adalah haram. Selama ini yg gw tau, sms undian ini banyak digunakan untuk AFI, Indonesia Idol, AFI, KDI, dst dst... Namun, selama 1-2 minggu belakangan ini, gw 'tertarik' dg sms undian yg diadakan di tv global, dg nama kuis KLOP. Kuis ini ditayangkan menjelang tengah malam...'bersaing' dg acara Piala Dunia.

Idenya simpel...ada pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban. Disediakan uang bagi yg telah meng-sms dan ditelpon pihak penyelenggara. Jika waktu penelponan diundur, maka uang hadiah akan dinaikkan. Asumsi penyelenggara, dg semakin diundur, maka sms yg masuk akan makin banyak, otomatis duit yg masuk kantung penyelenggara akan kian besar juga.

'Permasalahan' timbul, buat gw, mengenai bobot pertanyaan yg diajukan. Beberapa pertanyaan, menurut gw, bener2 menghina akal sehat, saking gobloknya tuh pertanyaan (+jawaban yg disediakan). Sebagai contoh:
- Siapa penyanyi "Menghitung Hari"?
a. Kris Dayanti
b. Kristina

- Kota Gudeg adalah julukan untuk kota
a. Jakarta
b. Yogyakarta

Dan masih banyak lagi pertanyaan2 bodoh, yg buat gw, menghina akal sehat dan kemampuan berpikir. Tapi yaa...seperti yg pernah gw tulis ttg negara eksploitasi, gw bisa tambahin satu lagi:

- Operator mengeksploitasi pemirsa agar menjawab pertanyaan yg menghina akal sehat mereka
- Televisi mengeksploitasi operator2 agar mau membuat quis2 bodoh, yg tidak membuat pintar pemirsa

Ah, egepe deh...emangnya gw egepe..:D
btw, pangeran fakir benwit ternyata sudah duluan nulis artikel serupa tapi tak sama.

Artikel 'pembodohan' lainnya bercerita ttg motor juga manusia.