Hampir sebulan sejak gw dapat ganti sepatu baru dari Edward Forrer, gw diminta pak Daru untuk selalu kasih report/progres/perkembangan (apapun namanya) untuk sepatu (baru) yg gw pakai. Request dari pak Daru ini wajar, karena sepatu baru gw ini merupakan produk baru dari EdFo, sehingga mereka butuh feedback dari sepatu buatan mereka. Well...it's oke :)

Terus terang, ini testimoni jujur lho...bukan dibuat-buat, sepatu baru EdFo ini OKE BANGED!!! :D Lapisan dalamnya (kiri kanan) empuk, lalu modelnya juga cukup bonafid (malah ada yg nyangka sepatu gw ini harganya di atas 500rebu, xixixi... Begitu gw bilang ini sepatu buatan EdFo dan harganya tidak terlalu mahal, bengong dia...xixixi..), lalu yg penting juga adalah SEPATU BARU INI TIDAK TERLALU LAMA MBUAT LECET KAKI BAGIAN BELAKANG (lihat foto, klik untuk memperbesar). Gw ngerasain sakit di kaki hanya 3hari, setelah kaki gw adaptasi dg sepatu, hmm...nyaman loh.. :)

Hanya saja, seperti yg gw sms ke pak Daru, ada (minimal) 2 'kekurangan' sepatu hasil produk baru ini:
1. Bagian bawah sepatu (terutama bagian tumit) terasa terlalu keras. Kaya ga ada lapisan empuknya gitu lohhh... Jadi, sejak hari pertama, kaki gw dah mesti merasakan kerasnya sepatu ini. :(
2. Lapisan bawah (sol?) sepatu juga terlalu keras. Kalo gw pake di lantai marmer atau lantai dari porselen, suara 'ctak...ctak...' terlalu nyaring. Duh, kalo sepatu baru sih gpp bunyinya nyaring...pengumuman geto loh...xixixi...tapi kalo sepatunya dah ga baru kan repot juga. :p

So, gw sms pak Daru ttg 'kekurangan' sepatu ini, en respon dari pak Daru oke juga..."Terima kasih untuk infonya, kami akan teruskan ke bagian produksi."

Weleh2...nampaknya EdFo sedang menapaki go internasional (lebih melebarkan cabang maksudnya, karena kalo ndak salah, di Australia dah ada cabang EdFo), terbukti dg respon (+):
1. cepat tanggap terhadap keluhan konsumen.
2. meningkatkan level pelayanan kepada konsumen.
3. segera meneruskan feedback kepada bagian produsen.

Jadi, dengan bukti layanan ini, tidak ada salahnya kita kembali menggunakan produk dalam negeri ;-)

*artikel lain tentang Edward Forrer di blog ini*