Indonesia dikenal sebagai negara eksploitasi. (hampir?) Semuanya dieksploitasi, di berbagai bidang.

Kekayaan alam dieksploitasi, sayangnya bukan oleh bangsa ini, tapi negara lain (akibatnya, penduduk Indonesia masih banyak yg miskin).

Rakyat dieksploitasi partai politik, terutama menjelang pemilihan umum. Pokoknya, rakyat dijadikan target demi mendapatkan suara, in any cost.

Dosen mengeksploitir mahasiswanya. Projek2nya si dosen dikerjakan mahasiswa, namun imbalannya 10Q (baca: tengkiyu).

Senior mengeksploitir juniornya. Si junior disuruh ini itu, ngerjain tugasnya senior, pe-ernya dicontek senior, dan lain-lain.

Konsumen dieksploitir oleh produsen (kecuali untuk kasus Edward Forrer, mereka main fair, xixixi...). Tiap keluhan konsumen IS NOTHING...Pembeli adalah Raja baru diterapkan Edward Forrer (loh..kok ke EF lagi??). Layanan purna jual baru sebatas servis, tidak ada penggantian dg barang baru, kecuali Edward Forrer (loh, lagi2 EF) :p

Bencana alam dieksploitir untuk mendapatkan sumbangan. Indonesia terkesan negara penuh bencana alam..ujung2nya Indonesia 'terkesan' negara penerima donor.

Yang terhangat, Mbah Maridjan pun dieksploitir. Diajak ke Jerman, dijadikan model iklan (telkom pleki, namun ditolak...katanya sih), dikunjungi banyak pihak...duh, emangnya Mbah Maridjan ga boleh istirahata? Mbah Maridjan juga manusia :))

Terakhir, blog ini mengeksploitir anda2 semua untuk datang ke sini, demi narsisme pemilik blog...xixixi...
*kabuuuuuurrrrr....*