dari email temen gw...so, saya != gw (yg punya blog...melainkan dari temennya dia...)

Saya punya pengalaman buruk ketika mencoba menggunakan Air Asia. Dan mau share pengalaman saya ini ke rekan rekan lain supaya tidak menggunakan Air Asia, toh penerbangan Swasta Nasional lain sekarang sudah banyak yg murah juga dan pesawatnya juga bagus bagus. Atau kalau terpaksa harus menggunakan Air Asia, sebaiknya bagasi jangan di cek in, tapi langsung dibawa ke pesawat. Dan ini juga dialami juga oleh rekan rekan saya yang lain.

Tertarik dengan Iklannya dan juga terutama karena tarifnya murah, akhirnya saya mencoba menggunakan Air Asia. Saya, dan dua orang lain coba menggunakan Air Asia terbang ke Kuala Lumpur dari Jakarta tgl 10 February 2006 Flight Number AK 953 jam 11.50. Setibanya di Kuala Lumpur sekitar jam 15.00, ternyata bagasi saya tidak ada, menurut pihak Air Asia, semua bagasi di pesawat itu tertukar dan terbawa ke Batam.

Akhirnya saya sore itu ke Hotel tanpa bawa bagasi&..padahal semua baju dan perlengkapan saya dan keluarga (dengan anak masih tiga tahun ada di bagasi itu).

Untung bagasi keesokannya diantar ke hotel jam 12 siang, dan itupun setelah saya terus telpon ke kantor Air Asia di KL. Namun dari dua bagasi saya hanya ada satu yang diantar, satu bagasi lain tidak diantar. Setelah telpon lagi ke kantor Air Asia di KL, bagasi saya yang satu dinyatakan hilang !!!!!!.....

Akhirnya, ketika saya pulang balik ke Jakarta dengan pesawat AK 956 tgl 13 February 2006, saya minta report barang saya hilang dari petugas Air Asia di airport KL.

Saya awalnya sudah agak curiga, karena report tersebut (namanya : Property Irregularity Report), tidak ada nomer suratnya. Ketika saya tanyakan mengenai ini, petugas Air Asia di KL, hanya bilang, nanti anda laporkan saja ke petugas Air Asia di Jakarta, dan segera diurus disana. Dijamin 14 hari setelah anda lapor, barang akan dikembalikan, atau diganti uang !!!!

Sampai di Jakarta (tiga hari setelah saya sampai, tgl 16 February 2006), saya laporkan mengenai kehilangan ini, saya telpon dan fax ke petugas Air Asia di Airport di Jakarta, namanya Sdr. Ganda. Dan waktu itu Sdr. Ganda menyatakan akan segera Email ke Air Asia Kuala Lumpur, dan tunggu sampai 14 hari setelah lapor, saya telpon lagi.

Dua minggu setelah itu saya telpon lagi ke Sdr. Ganda, jawabannya belum ada response dari Air Asia Kuala Lumpur. Tapi kesalnya saya, ketika saya telpon balik tersebut, Sdr Ganda, kembali menanyakan lagi , data data saya, serta detail surat laporan kehilangan yang pernah saya buat sebelumnya. Jadi tampaknya laporan saya sebelumnya tidak di file sama sekali.

Seminggu kemudian saya telpon lagi, tapi ternyata menurut Sdr. Ganda, juga masih belum ada respons dari Air Asia KL, dan lebih kesalnya lagi, Sdr Ganda, menyuruh saya untuk urus langsung masalah ini ke Air Asia KL !!!!!!!!!!!!

Tgl 10 April 2006, saya langsung datang ke Air Asia Sukarno Hatta Airport, ketemu dengan Sdr. Andri. Semua dokumen kehilangan dan surat Flight Itinerary say adi copy oleh dia. Dan janji lagi akan langsung urus ke Air Asia KL.

Tanggal 19 April 2006, jam 19.30 saya telpon lagi seperti biasa ke Nomer 5594286, diterima oleh Sdr Tri. Yang bikin saya kesal, Sdr. Tri ini meminta saya untuk memfax lagi semua dokumen dan surat penerbangan saya tersebut ke Air Asia Jakarta tersebut. Hingga disini kesabaran saya habis. Dan tampaknya Air Asia, memang tidak mau bertanggung jawab.

Oleh karena itu, email ini saya buat, untuk sekedar ngingetin rekan rekan lain, yang mau terbang dengan Air Asia agar hati hati.

Thanks,
Beydra Yendi.

artikel lain mengenai pesawat terbang:
Fear Factor : Flying in Indonesia --> DANGER!