Hmmm...saat kemarin kembali ke Jakarta, gw dapat brosur berisi pengumuman bahwa tarif kereta api Bdg-Jkt akan turun. Well...sebenarnya isu ttg turunnya tarif ini sudah gw denger beberapa hari sebelumnya, namun adanya brosur ini membuat gw yakin bahwa PT KAI sedang berusaha merebut lagi pangsa pasar, yg gw yakin, banyak beralih ke travel, semenjak dibukanya tol Cipularang.

Hmmm...seperti saran (komplen?) mengenai kereta api yg pernah gw tulis sebelumnya, yang jadi permasalahan sebenarnya adalah LAMANYA PERJALANAN serta MOLORNYA WAKTU PERJALANAN. Bayangkan orang membayar Rp 75rebu utk Argo Gede, lama perjalanan sekitar 2 jam15 menit. Sementara tarif seharga Rp65rebu, untuk eksekutif Parahyangan, lebih parah lagi...terkadang hingga 3 jam 30 menit baru sampai tujuan (bahkan pernah terlambat hingga 80 menit).

Bandingkan dengan tarif travel...untuk travel 4848, yang diantar hingga tujuan, tarifnya sekitar Rp 75rebu, dengan perkiraan lama perjalanan hanya 2jam. Untuk xTrans, dengan tarif sekitar Rp 60rebu, lama perjalanan yaa...hampir sama juga. Bahkan, kini ada travel baru, Ganesha travel, yang berlokasi di dekat ITB, tarifnya lebih murah lagi...Rp40rebu, lama perjalanan sekitar 2jam juga (info ini dipersembahkan oleh Fahdi). Adapun untuk travel yang sering mangkal di stasiun, dg tarif Rp 60rebu, lama perjalanan cukup singkat. Saking cepatnya, malah bikin tabrakan beruntun....DASAR TRAVEL GENDENG!!! :D

Solusi yg mungkin bisa dilakukan oleh PT KAI, selain menurunkan tarif, adalah membuat track/jalur baru. Karena tanpa adanya jalur baru, perjalanan akan masih sering terhambat karena tak jarang, dalam perjalanan, kereta api berhenti untuk memberi kesempatan kepada kereta lain (dari jurusan yg berlawanan) untuk lewat terlebih dahulu, dikarenakan terbatasnya jalur yang tersedia.

So, Pak Direktur PT KAI, kapan nich akan dibangun track yang baru? Selain itu, KENAPA TARIF TURUN HANYA 1 BULAN??? Haiyaaahhhh.... :(