Koran Tempo (sepam), hari Kamis lalu, di halaman 3 menampilkan iklan kartu pra bayar yang menyajikan fitur tarif per detik. Ada bagian iklan yg membuat gw berpikir, yakni mau nelpon murah? pake kartu *s! Di bagian bawahnya disajikan tabel perbandingan tarif yang mesti dibayar antara kartu pb ini dg kartu operator lain.

Well...gw lihat ada 'kecurangan' penyajian perbandingan tarif. Gw katakan curang, karena waktu bicara yg digunakan, secara matematis, memang menguntungkan kartu pb ini. Gw ambil contoh, dia mengambil lama bicara 5 detik, 39 detik, dan 62 detik. Jelas, jika menggunakan kartu prabayar lain, maka biaya yg dikeluarkan adalah untuk 30 detik, 60 detik, dan 90 detik. Dari sini kartu pb *s jelas 'menang'.

Tapi, KITA JANGAN TERKECOH. Kita simak+oprek lagi berapa sih sebenarnya biaya yg mesti keluar? Gw ambil perbandingan dg proXL, operator yg gw pake ;-) *huss...ini bukan sepam, ini serius!!!* Dari produk XL yang ada, gw ambil sample produk Jempol, produk yang 'serupa' dengan produk *s.

Jempol XL menawarkan tarif Rp 500/60detik ~ Rp250/30detik(utk sesama XL, sebagaimana kartu *s yg tarif Rp20/detik utk sesama operatornya). Dari pembagiannya, untuk mendapatkan tarif per-detik, kita dapatkan tarif Rp 8,33/detik. JAUH LEBIH MURAH 41,67%!!! Maka bisa dibayangkan, jika kita hitung biaya percakapan 5 detik, 39 detik, dan 62 detik, pelanggan pro XL akan mengeluarkan biaya Rp 250, Rp 500, dan Rp 750. Sedangkan utk kartu *s, biaya yg dikeluarkan Rp 100, Rp 780, dan Rp 1240.

Nampak sekali terjadi 'penyesatan' dan 'pengibulan' informasi/iklan!!!

Sekarang kita bisa bayangkan, berapa tarif yg mesti dibayar untuk biaya pembicaraan 29 detik, 59 detik, dan 89 detik?? JELAS LEBIH MAHAL...!!!

Hehehe...gw melihat, operator ini menggunakan trik psikologi LAMA PEMBICARAAN, sehingga pemakai akan 'tidak mempedulikan' biaya yg mesti dia keluarkan, karena pemakai mengira dia cukup hemat.

Ah...benar2 aksi 'penipuan' dan 'pengibulan' tingkat tinggi nich...xixixi...!!!:p
*achtung: semua artikel ini dibuat dg hati nurani, tanpa ada kecondongan pada satu operator tertentu*