Rasa-rasanya sudah cukup banyak artikel gw yang membahas PT KAI (bisa dibaca di sini, sini, sini dan sini). Namun, tidak ada salahnya toh kalo gw nambahin lagi artikel ttg PT KAI ini?? *singsingkan baju jika ada yang nyalahin gw*

Saat gw pulang ke bdg, Jum'at malam kemarin...ada nuansa yang sedikit berbeda. Hampir tiap 10 menit terdengar pengumuman yang isinya meminta para penumpang (+ menjaga anaknya) untuk berhati-hati berjalan di dekat lintasan kereta api. "Harap tidak melewti garis putih bla bla bla..." demikian sepenggal isi pengumuman itu.

Hmmm...gw langsung teringat dg kasus kecelakaan kereta api yang terjadi minggu lalu. Berita terakhir yang gw baca, 2 orang meninggal karena jatuh dari atap gerbong. Well...pengumuman yang disampaikan mungkin tidak ada hubungannya, toh gw nilai tindakan ini 'bagus' juga...sebagai wujud kepedulian PT KAI.

Karena kereta TERLAMBAT DATANG, gw jadi sempat memperhatikan orang2 yang hilir mudik, serta kereta2 yang lewat (kereta bisnis, kereta eksekutif, kereta listrik, dst). Hmmm...jam 18.00, kereta listrik arah Jakarta Kota kosong...tapi, saat kereta listrik ke arah Depok dan Bekasi datang, bujubunee...penuhnya amit2 dah..:p

Gw segera moto kondisi kereta-kereta yang penuh tersebut. Gileee....gimana penumpangnya ya? Apa nyaman?? Belum selesai 'bertanya' kondisi penumpang, srettt...gw liat di atap gerbong. Hwarakadah, masih banyak orang yang nongkrong di atap gerbong (sayang sekali, gw ga sempat moto, kejauhan...).

Hmmm...mungkin penumpang yang 'gelayutan' di atap gerbong di Gambir tidak sebanyak di Jatinegara, tapi well...itu toh tetap berbahaya.

Herannya, di koran dan media lain, PT KAI menegaskan bahwa mereka sudah sering memperingatkan penumpang untuk tidak duduk di atap gerbong, tapi kok di Gambir ini gw ga liat adanya upaya pencegahan dari PT KAI ya? Mungkin sudah bosan? Mungkin kekurangan petugas? Mungkin penumpangnya emang bandel2?

Solusi 'paling mudah' untuk masalah ini hanya SATU, tambah gerbong kereta serta tambah jadwal keberangkatan!! :)