Buat yang hendak diet, bisa melihat informasi yg masuk ke inbox gw...semoga berguna :)

Apabila kita termasuk orang yang punya masalah dengan berat badan, pastilah hal yang pertama terpikir adalah diet. Bukan rahasia lagi, banyak orang memerangi berat badan dengan melakukan diet dengan cara semaunya. Hasilnya nihil. Kalau pun berat badan bisa berkurang, sering di belakang hari muncul masalah-masalah yang mengganggu kesehatan fisik bahkan psikis.

Berikut adalah contoh diet ketat yang justru menimbulkan resiko tinggi bagi kesehatan :

1. Diet Atkins

Diet ini mulai populer tahun 2000. Dinamakan Atkins karena diet semacam ini diperkenalkan tahun 1970-an oleh seorang ahli nutrisi asal Amerika bernama Dr. Robert Coleman Atkins. Diet ini berorientasi pada makanan rendah karbohidrat (low carbohydrate diet). Pada praktiknya penganut diet Atkins akan menghindari pengonsumsian nasi, kentang, jagung, roti, mi, dan sumber-sumber karbohidrat penting lainnya.

Diet Atkins dinilai cukup tokcer menurunkan berat badan. Dalam tempo enam bulan, bobot badan bisa menyusut hingga 10 kg. Tetapi biasanya setelah itu stagnan dan sulit sekali untuk turun lebih banyak lagi.

Problemnya, karbohidrat adalah satu unsur penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Karbohidrat utamanya berfungsi sebagai pemasok energi ke berbagai fungsi tubuh, seperti alat pernapasan dan jantung, serta memacu kerja otak dan otot-otot tubuh. Karena tidak mendapatkan asupan karbohidrat, maka tubuh mengandalkan energi dari makanan-makanan yang mengandung protein dan lemak.

Untuk mencukupi kebutuhan energi ini, penganut diet Atkins meninggikan konsumsi protein yang umumnya dipilih dalam bentuk daging-dagingan. Di dalam daging juga terkandung lemak. Jadi, dalam waktu bersamaan kadar lemak di dalam tubuh pun meningkat. Akibatnya, penganut diet Atkins berisiko mengidap darah tinggi dan hiperkolesterol.

Di sisi lain, konsumsi protein yang terlalu tinggi memicu pembentukan amoniak dalam jumlah banyak dan membuat yang bersangkutan sering buang air kecil. Kondisi ini tidak menguntungkan karena sama artinya memperberat kerja ginjal. Lama-kelamaan ginjal bisa rusak, bahkan bisa terjadi fase gagal ginjal yang membutuhkan pertolongan cuci darah.

Satu lagi yang perlu dicermati, penganut diets Atkins berisiko terkena dehidrasi. Ini terkait dengan proses metabolisme. Ketika tidak mendapatkan karbohidrat, tubuh cenderung mengeluarkan air dalam jumlah banyak. Padahal semestinya yang dikuras itu adalah kelebihan lemak, bukan air. Ini pula rahasia mengapa diet Atkins bisa menurunkan berat badan dalam tempo singkat. Cepat sih cepat, namun tidak sehat.

2. Dairy Free Diet

Aturan mainnya: dilarang mengonsumsi makanan seperti beras putih, pasta, roti, protein hewani seperti telur dan susu, serta semua makanan berlemak, kemudian menggantinya dengan makanan yang makanan terbuat dari gandum, buah-buhan, sayuran, dan produk-produk yang mengandung omega 3 dalam jumlah terbatas.

Menempatkan susu sebagai pantangan, membuat diet ini menciptakan pola makan yang rendah kalsium. Sementara kalsium sangat dibutuhkan tubuh sepanjang hayat. Semua kelompok umur memerlukannya. Fungsi utama kalsium adalah untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang dan gigi. Bila tubuh kekurangan kalsium, bukan hanya penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang yang datang, risiko fatal seperti gangguan detak jantung dan gangguan rangsang saraf juga membayangi.

Maka, jangan sampai tidak mengonsumsi kalsium. Siasati pantangan susu dengan mengonsumsi bahan makanan lain yang juga kaya kalsium, seperti kedelai dan ikan teri. Ketahuilah, bila ingin mendapatkan berat badan ideal, tubuh Anda berhak mendapatkannya dengan cara sehat dan aman

Nah.berhati-hatilah bila melakukan diet. Inti yang harus dipahami adalah apa yang kita konsumsi akan menjadi bagian dari energi yang kita butuhkan untuk beraktivitas. Kegemukan atau berat badan berlebih terjadi karena tumpukan energi di dalam tubuh terlalu banyak, sementara aktivitas untuk mengeluarkannya sangat kurang.

Pendek kata, diet bukan berarti 'tidak' makan. Malah sebaliknya, 'harus' makan. Karena setiap hari tubuh melakukan aktivitas. Apapun bentuk kegiatannya sekalipun duduk, tidur, ataupun berpikir membutuhkan dukungan energi. Ini artinya setiap hari kita butuh menyantap makanan. Hanya jenis makanan, porsi yang disantap, dan waktu untuk memakannya yang harus dipilih dan diperhatikan.

Sumber : HumanMedicine