-----Original Message-----
From: Lilis Setjadiningrat (dps)
Sent: Thursday, September 22, 2005 12:04 PM

Teman-2, saya mau sharing pengalaman saya tertipu orang .... meskipun kejadiannya sangat memalukan dan menunjukkan kebodohan saya tapi saya ingin teman-2 menyebarluaskan kasus saya ini dengan teman yang lain dan keluarga di rumah agar tidak mengalami kejadian seperti ini.

Tentunya teman-2 sudah sering mendengar penipuan lewat HP dan sudah amat sangat waspada dengan hal itu, demikian pula saya, saya sering mendapat telp dari keluarga saya yang menerima SMS dapat undian tapi mereka semua berhasil saya yakinkan bahwa itu penipuan. Tetapi yang saya alami ini berbeda.... begini ceritanya...

Rabu siang waktu jam istirahat, saya pulang ke rumah dengan tujuan untuk menerima kembali perabot rumah saya selesai diperbaiki dari toko mebel. Saat menunggu kiriman mebel telpon rumah saya berdering dan saya angkat, saya pikir dari toko mebel ternyata dari Telkom pusat yang mencari Ibu Nani Herawati (pemilik rumah), saya katakan tidak ada, dan orang tsb menanyakan saya apanya Ibu Nani, saya jawab kalau saya yang kontrak rumahnya dan ditanya berapa lama sudah kontrak di situ, saya jawab sudah 3 bulan dan waktu saya tanya kenapa, orang tsb mengatakan bahwa dari undian Ultah Telkom ke 59 nomor telpon rumah saya dinyatakan sebagai pemenang ke 2 dan saya ditanya apakah saya tidak nonton TV semalam di Indosiar jam 9 malam, “Nomor Ibu keluar di TV, sayang sekali Ibu tidak menonton,” katanya...

Terus orang tsb menjelaskan bahwa karena saya sudah 3 bulan di sana dan yang diundi adalah berdasarkan pembayaran bulan terakhir, maka saya yang berhak mendapatkan hadiahnya bukan pemilik rumah.

Hadiah yang didapat adalah sepeda motor Karisma dari Telkom, Nokia 6670 + kartu perdana, uang tunai 10 juta dari Extra Joss. Orang tsb menjelaskan bahwa saya tidak perlu keluar uang sama sekali untuk pajak undian karena semua ditanggung oleh Telkom dan Ekstra Joss dan nantinya akan disyuting oleh Indosiar untuk disiarkan di acara Telkom. Orang tersebut mengatakan bahwa nanti akan datang 2 rombongan mobil yang 1 dari Telkom membawa sepeda motornya dan yang 1 kru dari Indosiar. Orang tersebut juga berpesan ruang tamu minta dibersihkan, saya disuruh berpakaian rapi dan kalau ada anaknya disuruh mendampingi tapi tidak boleh memberitahu suami karena akan ada kejutan tersendiri untuk suami, saya juga ditanya jam berapa suami pulang supaya syutingnya nanti di pas kan dengan jam suami pulang kerja.

Saat itu saya hanya kaget dan gak percaya tapi gak sadar sama sekali kalau itu dibohongi yang ada hanya perasaan melambung senang dan membayangkan dapat rejeki nomplok. Orang tsb menjelaskan panjang lebar acaranya dan hadiah-2nya. Saya juga dilarang beritahu tetangga atau keluarga, teman karena takut mereka datang ke rumah dan berkerumun menyaksikan saat syuting, nanti tidak jadi kejutan...dia ngomong begitu berkali-2, dan lama sekali orang itu menjelaskan pada saya dan berulang-ulang.

Kemudian saya disuruh telpon ke nomor 08881135189 dengan Bpk. Drs. Tri Djatmiko, Kepala Telkom, karena ingin wawancara dengan saya. Kemudian telpon ditutup oleh orang tersebut. dan saya balik menelpon ke nomor tersebut. Waktu saya telpon dan telpon diangkat saya mendengar suara ramai yang mengesankan bahwa operator telpon tersebut ada di kantor yang hiruk pikuk bahkan bicara sampai agak teriak karena tidak mendengar, dan saya disambungkan ke Bpk. Tri Djatmiko.

Pada kesempatan itu saya disuruh menyiapkan KTP, pulpen dan kertas. Dia memberi selamat dan mengulang semua yang hadiah-2 yang didapat berkali-kali dia menerangkan saya tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun hanya menunggu saja di rumah karena tim Telkom akan diberangkatkan ke rumah. Tapi dia bicara ada sedikit persyaratan yang harus saya lengkapi untuk keperluan syuting yaitu voucher isi ulang Simpati 100.000,- sebanyak 15 lembar, tidak boleh beli di 1 toko tapi dipecah-pecah dalam beberapa toko dan jangan lupa minta bonnya karena nanti pembelian tersebut akan diganti tunai oleh Tim Telkom pada saat penyerahan hadiah.

Tidak boleh beritahu ke toko karena toko di mana saya beli voucher akan dapat hadiah kejutan dan disyuting juga. Trus minta foto copy KTP 2 lembar, bukti pembayaran telpon asli, map warna merah 1 lembar, meterai 6000,-1 lembar dan Extra Joss 7 sachet yang harus diperlihatkan saat syuting. Dan saya diberi waktu 1 jam untuk menyiapkan persyaratannya dan kalau sudah siap disuruh telpon lagi ke nomor tersebut.

Saya telpon suami untuk beritahu berita tersebut meskipun orang tsb sudah pesan tidak boleh beritahu suami, dan suami sudah mengingatkan hati-2 penipuan tapi saya bersikeras, "Kan tidak keluar uang sama sekali, di mana letak kerugiannya...? Paling-2 beli voucher Rp. 1.500.000,- itu saja dan kalaupun ada apa-2 toh voucher tersebut masih bisa dijual atau dikembalikan ke tokonya." Itu yang saya tekankan ke suami dan suami saya hanya pesan hati-2 karena banyak penipuan.

Kemudian saya kembali ke kantor karena kwitansi Telkom ada di tas kantor, di sana. Siau Ling juga mengingatkan hati-2 penipuan tapi saya juga bersikeras dengan alasan paling voucher saja yang keluar uang dan Ekstra Joss 7 sachet. Toh kalau orangnya bohong vouchernya masih bisa dijual lagi.

Akhirnya saya beli Voucher dan melengkapi persyaratan lain, Saya beritau ASP saya Bpk. Bagus tentang hadiah tersebut, Pak Bagus juga mengingatkan, "Hati-2 ditipu Cik karena banyak orang yang ditipu." Tapi saya jelaskan tidak keluar uang sama sekali tinggal terima hadiah saja. Tidak ada ruginya, akhirnya sampai Pak Bagus bilang, "Kok Cik Lilis beruntung sekali, mimpi apa semalam?"

Saya kembali lagi ke rumah dan telpon ke orang tersebut kemudian dia minta saya menyebutkan apa saja yang saya sudah lengkapi dan saya sebutkan satu persatu orang tersebut minta saya agak cepat karena tim pemberangkatan hadiah sudah siap-2 mau berangkat, orang tersebut selalu menanyakan sesuatu dengan cepat dan saya tidak sempat berpikir lebih lama, kemudian dia minta didiktekan nama-2 toko tempat saya beli tapi tidak minta alamatnya, sedetik saya sempat heran bagaimana Tim Telkom tahu toko itu ada di mana kalau saya tidak memberitahukan alamatnya, dan saya tanyakan hal tersebut, dijawab oleh orang tersebut, "Kan nanti Ibu diajak menunjukkan tokonya sambil disyuting...."

Kemudian orang tsb minta saya ambil 5 lembar voucher dan dibuka bungkus plastiknya, tapi tidak boleh sampai rusak karena akan dipakai untuk menyimpan voucher itu lagi, saya disuruh menyebutkan no seri yang ada di atas dan disuruh bacakan, dia pesan jangan sampai salah dan harus cepat karena computernya bisa hang kalau kelamaan menunggu, orang tsb menyuruh saya menggosok no yang di bawah, waktu itu saya tanya untuk apa, katanya untuk persyaratan pengurusan STNK di Polda, toh nanti juga diganti vouchernya oleh Telkom. Dan itu adalah persyaratan dari Telkom. Kemudian saya dipacu terus untuk cepat-cepat, computer sudah mau hang jangan berhenti sebut nomornya. Saya disuruh cepat-2 buka vouchernya...dan tiap selesai dia bilang, "Bagus, sudah masuk datanya."

Herannya meskipun pada voucher ke 2 saya sudah mulai curiga tapi saya tidak bisa menghentikan keinginan saya untuk berhenti menggosok, orang tsb selalu menyebutkan hadiah yang akan diterima, akhirnya pada voucher ke 4 saya perlambat penyebutan angkanya, dan orang tsb membentak saya, "Cepat!! Computer sudah mulai hang, Ibu sih tidak cepat-2 sebut nomornya." Begitu dibentak, saya sadar bahwa saya tertipu langsung telpon saya matikan dan saya telpon suami saya dan saya ceritakan dan saya suruh suami saya mengakses nomor-2 tersebut di HP nya, ternyata 4 nomor tersebut sudah hilang tidak bisa diisi. Langsung saya lemas dan tertegun kok bisa ya saya ditipu.....

Dan saya langsung telpon ke Telkom, no. 147 extension 3, saya tanya apakah Telkom mengeluarkan hadiah undian Ultah Telkom ke-59, operator mengatakan, "Hati-hati Ibu, banyak penipuan, Telkom tidak pernah mengadakan undian, dan tidak pernah memakai nomor HP untuk menelpon."

Karena penasaran saya telpon kembali orang tersebut dan dia tidak tahu kalau saya sudah sadar sepenuhnya....saya tanya untuk apa saya harus menyebutkan nomor voucher, sekarang saya rugi 400.000,- karena nomor tersebut hilang, dia tetap bilang bahwa uangnya kan akan diganti tunai Ibu, kontan Rp.1.500.000,- dari Telkom, dan dia suruh saya lanjutkan pembacaan nomornya tapi saya jawab, "Pak sudah cukup Bapak menipu saya saja, saya sudah rugi Rp.400.000,- Bapak sudah tega curi uang saya, jangan lakukan hal ini pada orang lain Pak, kasihan...."

Orang tsb bilang, "Demi Allah buat apa saya menipu uang Ibu yang hanya Rp.400.000,-, saya ini kepala Telkom uang sejumlah itu tidak ada artinya buat saya lebih baik saya sumbangkan ke anak yatim." Tapi saya bersikeras mengatakan bahwa bapak itu telah menipu saya, saya minta dia kembalikan uang saya. Dia menegaskan, "Berarti Ibu tidak mampu memenuhi persyaratan dari Telkom karena masih kurang 11 voucher." Saya bilang saya tidak mau hadiahnya gugurkan saja, kemudian dia menawarkan kalau saya mau uang saya kembali, diajak ketemu di kantor Telkom Teuku Umar dengan membawa uang tunai sebesar 7 juta dan nanti hadiah diserahkan dan disuruh ngurus sendiri surat-2nya.

Saya bilang, "Pak uang 7 juta itu banyak, jangan Bapak membodohi saya lagi, sudah cukup Pak, jangan lakukan pada orang lain. Kasihan Pak." Kemudian telpon saya tutup, dan tinggal saya sendirian menyesali kebodohan saya.

Saya langsung telpon Siau Ling dan suami saya kalau saya ditipu kena Rp.400.000,- belum Ekstra Joss dan biaya foto copy. Dan mereka heran kok bisa mau menyebutkan nomor vouchernya dan bisa ketipu? Padahal sebelumnya saya sudah yakin sekali dengan diri saya bahwa gak mungkinlah ditipu. Tapi kenyataannya saya nurut saja disuruh menggosok voucher dan mendiktekan ke orang tsb, saya baru sadar setelah orang tsb membentak saya disuruh cepat-2.

Setelah itu saya berusaha menjual kembali Voucher-2 yang masih utuh ke toko tempat saya beli voucher, tapi tidak ada satu toko pun yang mau menerima dengan berbagai alasan padahal vouchernya masih utuh belum dibuka plastiknya. Saya sekarang bingung mau diapakan Voucher-2 tersebut?

Sekarang ini saya masih punya 10 lembar voucher Simpati 100.000,- an, harganya ada 3 lembar @ 98.000,- , 7 lembar @ 99.000,-. Saya mau minta bantuan teman-2 yang mungkin memerlukan voucher Simpati untuk membeli ditempat saya , mungkin ada teman, anak buah atau tetangga yang memakai voucher Simpati tolong ditawarkan ya....

Jika ada yang berminat meringankan beban saya, OL saja nanti saya kirimkan nomornya dan bayarnya nanti saya beritahukan nomor rek saya di BCA atau di orang yang saya tunjuk saja.

Harap pengalaman saya ini dapat di sharingkan ke keluarga atau teman-2 yang sehari-harinya ada di rumah karena yang diserang sekarang adalah telpon rumah karena kalau ke HP sudah pasti ketahuan dari awal.

Salam,
Lilis