makanya, kebanyakan pulau 'nganggur' sih...coba disewakan, kan lumayan...:p Malay masih berani rupanya ya?? :D

btw..mari TERIAKKAN LAGI 'SLOGAN' berikut (saat hendak mengganyang Malay):
SAVE SITI NURHALIZA...!!! xi xi xi...

Dijadikan Taman Laut
Malaysia Klaim Pulau Gosong di Kalbar
Oleh
Aju

Pontianak - Malaysia sudah menjadikan kawasan seputar Pulau Gosong di Perairan Tanjung Datuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), sebagai Taman Nasional Laut, karena memiliki terumbu karang yang sangat kaya dan unik.

Ini berarti Malaysia mengingkari peta terbitan tahun 1905, Westkust Kalimantan, Blad I, Hoek Datoe Bajong (Nabij Sambas River) Met Zuid Natoena Ellanden.

Di peta berskala 1:200.000, Pulau Gosong seluas 1.410 mil persegi, kedalaman kaki 8-10 meter, terlihat jelas berbentuk titik besar yang berarti sekarang otomatis wilayah Indonesia.

"Penetapan kawasan nasional laut oleh Malaysia berdasarkan pengecekan di Kuching, Sarawak, sebelum dan sesudah kami melihat ada kapal besar berbendera Malaysia ketika kami akan merapat di Pulau Gosong sebelum puasa tahun 2005," kata Bambang Nurgroho, Kepala Seksi Pengawasan Sumberdaya Ikan, Ekosistem Laut dan Jasa Kelautan, Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Sumberdaya Kelautan dan Pesisir Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kalbar, kepada SH, Minggu (15/1).

Bambang dan Setiono, Kepala Seksi Identifikasi, Subdirektorat Identifikasi dan Pemetaan Konservasi Direktorat Konservasi dan Taman Nasional, Direktorat Jenderal Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan (KP3K DKP), semula hendak melakukan survei potensi terumbu karang di seputar Perairan Tanjung Datuk.

Pihak Direktorat Jenderal KP3K Departemen Kelautan Perikanan, sangat berkepentingan kawasan Pulau Gosong dijadikan Taman Nasional Laut Indonesia, supaya ada sinkronisasi kebijakan konservasi dengan Malaysia. Tim yang dilengkapi penyelam handal, bertolak ke Pulau Gosong dari dermaga Desa Setinggak, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dengan mencarter kapal motor.

"Perjalanan kemudian melintas ke Camar Wulan, Tanjung Datuk. Tapi tanpa dinyana, ketika berlayar pada titik koordinat pulau terluar 2,172804 lintang utara, 109,677187 bujur timur dan 1,021 mil sebelah timur Pulau Gosong, kami melihat kapal patroli Angkatan Laut Tentera Diraja Malaysia yang dilengkapi senjata otomatis laras panjang," kata Bambang.

Menurutnya, saat itu nelayan yang membawa kapal dari Pelabuhan Setinggak menuju Perairan Pulau Gosong itu, tidak mau melanjutkan perjalanan ke Pulau Gosong karena ketakutan setelah melihat kapal perang Malaysia.

Langkah Berani
Bambang belum bisa memastikan apakah fisik Pulau Gosong masuk dalam areal Taman Nasional Laut Federasi Malaysia. Akan tetapi dengan sikap Malaysia yang tegas memproteksi setiap aktivitas asing di Pulau Gosong, sangat diperlukan langkah berani dari pemerintah Indonesia dalam menentukan sikap.

Kendati dalam dokumen Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang diterima SH disebutkan ada delapan permasalahan patok batas Indonesia-Malaysia yang belum disepakati, termasuk di antaranya di Tanjung Datuk, tapi dalam penjelasan lebih rinci sama sekali tidak disebutkan Pulau Gosong termasuk yang bermasalah.

Menurut dokumen Mabes TNI, langkah awal penentuan patok batas Kerajaan Inggris yang menjajah Malaysia dan Hindia Belanda yang menjajah Indonesia, baru menyetujui dua patok tapal batas laut, yakni di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak dan Pulau Sebatik, Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Sabah. Sedangkan penentuan titik patok tapal batas darat, baru ditentukan kedua negara puluhan tahun kemudian.

Direktur Jenderal KP3K DKP, Widi Agoes Pratikno, mengatakan belum mengetahui keberadaan Pulau Gosong, apakah memang pulau tersebut sudah ada dari dulu, atau terbentuk dari delta sungai, pasir atau karang. Namun, DKP akan segera menindaklanjuti informasi tersebut bekerja sama dengan instansi terkait.

"Jadi, saya belum bisa memberi komentar lebih jauh soal Pulau Gosong ini," kata Widi kepada SH, Senin, pagi. Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil, Alex Retraubun, menambahkan Pulau Gosong memang tidak masuk dalam daftar yang akan dikelola. Prioritas DKP adalah pulau-pulau terluar, sehingga kalau Pulau Gosong berada di posisi terluar tentu harus ditangani segera.

Namun diakui, tidak ada informasi soal Pulau Gosong tersebut. Menurut Alex, pada 24 Januari 2006 akan ada konferensi pers di Kantor Menko Polhukham mengenai pulau-pulau kecil. Temanya mengenai Peraturan Presiden (Perpres) No 78 Tahun 2005 tentang pengelolaan pulau-pulau terluar. (kbn)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0601/16/sh01.html