Seminggu ini benar2 menjadi minggu yg tidak tenang bagi menteri2 di kabinet yang dipimpin SBY. Berbagai rumor dan gosip2 mengenai pencopotan jabatan telah membuat mereka ketar ketir, apakah mereka termasuk yang dipertahankan atau dicopot/digantikan oleh SBY.

Hasilnya sudah kita ketahui bersama...beberapa menteri dicopot dan digantikan dari pos-nya, dengan dalih utama untuk meningkatkan kinerja kabinet, padahal menurut gw, kemampuan mereka emang PAYAH...:p

Hmmm...bukan pergantian dan perubahan jabatan sebenarnya yg menjadi sorotan gw...yg jadi sorotan gw adalah ribut2 yg terjadi MENJELANG reshuffle itu. Di berbagai media massa, menteri2 yang (merasa) dirinya akan dicopot dan digantikan, langsung berkoar-koar mengenai prestasi yang telah mereka raih selama mereka menjabat menteri.

Beberapa menteri yg sempat sibuk berkoar, ternyata mereka2 itulah yg digantikan oleh SBY (SOKOOOOORRRRRRR....), karena mereka memang TIDAK BECUS bin PAYAH dalam bekerja. :p Kasian banget ya, sudah koar2, eh, diganti pula...:D

Pernyataan2 yg sempat gw baca adalah:
- "Selama saya menjadi menteri ekonomi, pertumbuhan ekonomi cukup baik..namun mesti diakui, bencana tsunami membuat perekonomian Indonesia masih terpuruk." (nah, lho...tsunami pula disalahkan...)
- "Perindustrian kita mampu bersaing dengan hasil industri Cina...tidak perlu ribut masalah import barang." (nah, lho...pak menteri ini belum pernah ke blok M ya?? barang2 industri buatan Cina dijual 10 rebu dapat 3 tuh pak...)
- (lainnya silakan search sendiri di media2, terutama koran..banyak kok...:)

Yang lebih parahnya, teman2+kolega2 mereka ikut2an mendukung pernyataan ini. Duileee...takut ikut digeser ya pak, sampai ikut2an mbelain?? xi xi xi... :p