(Tulisan ini dibuat beberapa waktu lalu untuk melanjutkan tulisan gw ttg NYAMBI. Jadi, semacam tulisan bersambung... Selamat menikmati)

Terkait dengan artikel nyambi yg gw tulis beberapa waktu lalu, serta membaca komentar dari Bi[G], membuat gw menyusun + mengedit ulang artikel ini...untuk menambahkan beberapa hal terkait dg nyambi tersebut.

Memang ada hal2 yg 'melenceng' terkait dengan beberapa poin dari artikel nyambi tersebut, yg terutama disorot Bi[G] adalah poin 1. Di sana Bi[G] menuliskan bahwa jika programmer nyambi di perusahaan saingan tempat dia bekerja, maka dia tidak profesional. Hmmm...mungkin benar juga yg dikatakan Bi[G]...mungkin juga tidak.

Gw cuma pengen meninjau (lebih mendalam) tentang komentar Bi[G] tersebut, gw titik beratkan programmer/staf IT. Mana yg salah atau yg benar...gw serahkan pada kelean, para pembaca, semua :)

(mungkin) Benar, apabila ternyata si programmer 'MENCAMPUR ADUKKAN' software yg dia buat antara tempat kerja tetap dan tempat nyambinya. Jadi, fitur di perusahaan A dia pasang di perusahaan B, demikian pula sebaliknya. Ini jelas MERUGIKAN kedua (atau lebih) perusahaan yg mempekerjakan dia...dan ujung2nya akan menjatuhkan nama baik si programmer itu sendiri. Dg kata lain, utk programmer akan sering terjadi BIAS, apalagi Bi[G] bilang jika bekerja di perusahaan saingan, bias akan semakin besar.

(mungkin) Salah jika programmer tersebut mampu utk bekerja sesuai dg kontrak. Biasanya dalam kontrak ada pasal kerahasiaan pekerjaan. Jika ini bisa dilakukan, maka acungan jempol pantas diberikan kepada programmer tersebut. Namun seperti gw (+Bi[G]) bilang hal tersebut sulit karena adanya bias. Poin lain, apabila programmer tersebut pada dasarnya programmer FREE LANCE. Sudah menjadi hukum ekonomi, makin besar bayaran yg dikeluarkan sebuah perusahaan utk menggaji seseorang, maka kualitas (yg diharapkan) utk didapatkan oleh perusahaan tsb makin besar. Dan ini yg biasanya terjadi. Utk perusahaan yg berani membayar lebih besar, programer tsb akan memberikan hasil yg lebih oke. :p

Solusinya? Gw sih mengusulkan jalan tengah:
1. Tidak nyambi di perusahaan saingan.
2. Jika nyambi di perusahaan saingan, sebaiknya mengambil pekerjaan yg scopenya tidak sama dg perusahaan tempat bekerja.
3. Jadilah programmer yg free lance. Pasang tarif (tinggi) utk (hasil) kerja yg lebih baik. Namun seperti gw tulis di artikel nyambi, harap diperhatikan skill+jam terbang+network sebelum meyakinkan diri menjadi programmer free lance...karena bisa jadi bulan ini kerjaan banyak, tapi bulan depan ga bisa makan saking ga ada ordernya.. :p