(lebih) Sepuluh hari kita baca berita kelaparan melanda Irian Jaya, tepatnya di daerah Yahukimo. Pemerintah, di bawah instruksi SBY, melalui Aburizal Bakri selaku Menko Kesra (yg baru) segera memberikan bantuan kepada masyarakat yg mengalami krisis pangan tersebut. Sempat muncul bantahan dari Menko Kesra bahwa sebenarnya tidak terjadi bencana kelaparan...bla bla bla...namun bukan itu yg hendak gw bahas.

Yg menjadi perhatian gw adalah metode pemberian bantuan yg (menurut gw) salah. Dari berbagai berita yg gw baca, mayoritas (semuanya?) masyarakat Yahukimo mengonsumsi umbi2an dan jenis makanan pokok yg 'mudah diperoleh' serta 'mudah diolah'. Namun, dari berita pula, gw baca bahwa pemerintah dan masyarakat menyumbang mie instan, beras, yg jika dikaitkan dengan kultur masyarakat Yahukimo maka bantuan2 tersebut 'SALAH METODE'. Bagaimana tidak salah metode, makanan pokok mereka adalah umbi...yg gw baca di berita, pemerintah 'memaksakan' membantu dg memberi beras.

Umbi2an, sebagaimana gw tulis, mudah untuk didapat dan dikonsumsi. Cabut dari ladang/kebun, nyalakan api, lalu masak umbi2an tersebut, setelah ditunggu beberapa saat maka siap disantap. Sementara beras?? Cuci berasnya terlebih dahulu (padahal jika gw lihat di berita, peluang mendapatkan air cukup sulit), nyalakan api, tanak dulu (yg bisa jadi waktunya lebih lama dibandingkan mengolah umbi2an), baru bisa dimakan. Belum lagi dibutuhkan peralatan memasak beras menjadi nasi (JANGAN PERNAH BERPIKIR UTK MENYEDIAKAN RICE COOKER SEBAGAI SOLUSI...!!). Terlebih lagi utk memasak mi instan...lebih lama, lebih repot...dan porsinya lebih kecil (terutama belum tentu cocok dengan perut mereka).

So, pak menteri, anda mestinya bisa lebih bijak dalam memberikan bantuan...kajilah kondisi masyarakatnya...!! Metode yg anda berikan sekarang sama halnya dg memberikan 1kg emas kepada orang (yg tidak bisa berenang) terapung2 di laut dan hendak tenggelam. Emas sebanyak itu memang bisa 'berubah' menjadi 100 pelampung, tapi REPOT. Lebih baik, berikan bantuan (darurat) yg sesuai dg kebutuhan mereka, seraya dipikirkan bantuan lebih lanjut. :)

(dari yg ga pernah habis pikir, di saat orang lain mengubah pola makan, agar tidak terlalu bergantung pada beras...ada yg membantu orang, yg makanan pokoknya umbi2an, dg beras)