Menonton acara kriminal dan top news di beberapa stasiun televisi semalam, isinya 'melulu' tentang penggusuran. Salah satunya penggusuran yg terjadi di cakung...terhadap warga yg dianggap mendiami tanah milik Angkatan Darat dg tidak sah. Bentrok fisik tidak terhindarkan, bahkan jatuh korban di kedua belah pihak.

Beberapa ibu2 terlihat mengeluarkan sumpah serapah kepada petugas yg (menurut mereka) bertindak di luar kewajaran. Apalagi (versi warga) mereka tidak pernah mendapat surat pemberitahuan terlebih dahulu (bahkan mereka juga meminta ganti rugi), berlawanan dg versi pemda yg mengaku telah 3x mengirim surat pemberitahuan hendak dilakukannya penggusuran.

Well..terlepas dari kasus penggusuran ini...ada hal 'menarik' yg hendak gw bahas.

Pertama, masalah penggusuran. Ternyata metode penggusuran tidak pernah berhenti dilakukan oleh pemerintah (pemda DKI) terhadap warganya. Terlebih lagi metode penggusuran yg dilakukan seringkali tidak simpatik...penuh paksaan, ancaman, dan ujung2nya berakhir bentrok. Mungkin mesti dipikirkan metode yg lebih baik, agar tidak muncul kerusuhan tiap kali dilakukan penggusuran (kalo istilah gw sih PENERTIBAN).

Kedua, sifat memiliki yg besar. Poin kedua ini gw tujukan kepada para masyarakat yg menempati suatu lahan yg jelas2 dimiliki instansi lain. Maksud gw gini...untuk kasus penggusuran di atas, gw yakin sebenarnya lahan tsb DIPERUNTUKKAN UNTUK ANGGOTA ANGKATAN DARAT, yg gw yakin tentu ada limit/batas pemakaian (hak pakai). Namun, karena rasa memiliki yg besar, warga2 lain ikut mendirikan bangunan. Nah, akibatnya pada saat pihak AD 'menagih' lahan yg dia miliki, pihak yg 'seharusnya' pindah dg sukarela (anggota AD) malah berubah jadi pihak yg 'menuntut' ganti rugi. Nah lho, aneh kan...masa sudah dipinjami lahan, pemilik lahan disuruh ngasih ganti rugi juga??? weleh weleh..:p Hal ini diperparah dg masyarakat non anggota AD yg merasa lebih memiliki lahan, yg ikut2 menuntut. Duh, aya2 wae...dasar masyarakat Indonesia...kalo soal beginian, baru rasa memilikinya demikian tinggi...:p

Ketiga, sikap tegas. Ini mesti dilakukan oleh pihak2 yg MEMILIKI LAHAN. JANGAN LIBATKAN PERASAAN KASIHAN kepada rakyat utk 'menjaga' dan menempati lahan yg anda miliki. Percayalah, dg merujuk poin 2, anda sendiri yg akan mengalami 'kesulitan' (yg besoarrrrr) pada saat anda hendak 'mengambil' barang anda sendiri. :p So, JANGAN PERNAH IJINKAN SIAPAPUN UTK MENDIRIKAN BANGUNAN DI LAHAN (kosong) ANDA!!!

Kesimpulan:
- tata bangun kota di Indonesia emang tidak ada blue print yg jelas
- masyarakat Indonesia memiliki rasa 'memiliki' yg besar ;)
- jangan terlalu berbelas kasihan kepada masyarakat, terutama utk kasus lahan, kecuali anda emang punya backing pasukan penggusur yg lengkap :D :))