Artikel ini terinspirasi dari berita tewasnya Dr Azahari akibat sergapan polisi (+Detasemen 88) yg terjadi seminggu yg lalu serta beberapa cerita (fiksi-non fiksi) yg pernah aku baca.

Kagemusha, merupakan istilah lain dari 'kembaran' ataupun duplikat dari seseorang. Tokoh yg menjadi kembaran ini akan mempunyai kemiripan yg sedemikian rupa sehingga jika dilihat sekilas maka akan sulit membedakannya dg tokoh aslinya. Kemiripan terutama pada sosok, gerak gerik, ciri2 'umum'. Pada kehidupan sehari-hari kagemusha merupakan 'boneka' dari tokoh 'aslinya'. Dia akan bertindak dan beraksi sesuai dg instruksi dari sang tokoh.

Kagemusha banyak ditemukan dan dilakukan oleh raja2 jaman dulu, terutama dari Cina dan Jepang. Namun, bukan berarti orang2 di jaman modern tidak melakukannya. Hitler&Sadam Husein merupakan tokoh2 modern yg mempunyai kagemusha. Banyak orang yg mengaku membunuh Hitler sebelum akhirnya (fakta sejarah berkata) Hitler bunuh diri (meski masih banyak orang yg meragukan juga...). Hal yg sama dg Sadam Husein. Banyak orang yakin, orang yg berhasil ditangkap oleh Amerika Serikat BUKANLAH SH yg asli...melainkan kagemushanya. Pembuktian DNA, well...bisa saja direkayasa...namanya juga Amerika geto loohh...hehehe..:p

Nah, hal ini pula yg terpikir olehku sejak beberapa hari lalu, setelah mendengar Dr Azahari tewas. Hal ini diperkuat dg minimnya informasi yg diberikan pihak kepolisian...serta sulitnya akses untuk melihat jenazah Dr Azahari. Well..hari Rabu malam kemarin, di acara "Lepas Malam", aku sempat melihat wawancara Farhan dg Wakil Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Brigjen Sunarko Danu Ardanto. Pihak kepolisian sudah yakin bahwa salah1 mayat yg ditemukan adalah Dr Azahari.

Hal ini diperkuat dg pernyataan adik Dr Azahari, Bani Yamin Husain, yg 'menyetujui' pernyataan pihak kepolisian tsb, disertai dg bukti2 'pendukung'. Geez...gw kok masih ndak percaya ya?? Gw masih yakin dg 'teori' kagemusha tsb. Tapi, sudahlah...ngapain gw pusing2?? :p