*dari milis alumni*

Jalan tol Cipularang dibangun diantara pengunungan diatas tanah kapur serta bebatuan cadas, sehingga kontur lintasannya selain labil juga bumpy.

Selain itu karena lintasannya dipunggung bukit, sehingga banyak tanjakan dan turunan yang curam. Dan project pembanguan jalan tol ini sangat instan dan dibangun secara keroyokan oleh beberapa sub contractor pada tiap ruasnya.

Yang paling patut diwaspadai disini adalah :
1. Banyak kombinasi tikungan radius panjang (long turn) dikombinasi dengan tanjakan dan turunan yang arah sudut chambernya (apex) netral. Normalnya pd sebuah tikungan ketika ada tikungan kiri atau kanan seharusnya designer merancang sudut permukaan jalan miring sesuai arah tikungan, hal ini untuk mengurangi moment sentripetal (gaya buang) akibat gravitasi dan kecepatan mobil kala menikung; kemiringan jalan di tol Cipularang banyak yang netral. Hal ini berbahaya sekali, mobil bisa terbuang menabrak pagar pembatas.

Trik-nya : Usahakan perlambat mobil tiap masuk tikungan dan jika kondisi jalan sepi bisa dipakai teknik melambung WITO: (wide in tight out) misal ketika akan belok kekanan posisi mobil saat masuk mulut tikungan dimarka kiri, saat ditikungan dan keluar tikugan bergeser ke marka kanan.

Trik ini cukup ampuh untuk mendapatkan kestabilan saat menikung pada saat kecepatan diatas 100km/h.Di lintasan antara Padalarang-Sadang ada beberapa tikungan blind spot, dimana saat menikung kita tidak tahu arah tikungan tandem yang selanjutnya hal ini berbahaya untuk rekan-rekan yang tidak hafal lintasan dan mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas 80km/h. Tipsnya cukup perlambat laju mobil saja tiap ada tikungan.

2. Di tol cipularang di area dekat waduk Jatiluhur kita akan mendapatkan sebuah fenomena "down draft", area dimana tempat konsentrasi uap air akibat proses penguapan di daratan. Maka jangan aneh kalau disiang bolong yang terik diarea tersebut terkadang hujan dan berkabut.

Kalau kita cermati di tanjakan Plered disisi kanan dari arah Jakarta, kita akan melihat sebuah gundukan hutan kecil yang rapat dan tidak sempat diratakan oleh buldoser saat pembangunan tol, orang sunda menyebutnya "leuweung leutik ayaan angin muiran". Nah kalau rekan-rekan sering jalan tengah malem saat melintas disitu perhatikan deh pasti ada yang nyam-nyam.

3. Awas jangan pernah menyalip dibahu kiri jalan tol Cipularang; buat yang doyan ngebut, lintasannya hanya didesain 2 marka saja, berbeda dgn Cikampek dan Jagorawi. Perhatikan juga terkadang kita akan banyak menemukan bangkai binatang liar seperti anjing hutan dan kucing hutan (terkadang celeng) yang bekas tertabrak, jangan panik.