*serius dikit duluw*

Hidup adalah sebuah pilihan, yg muncul dalam berbagai bentuk dan tak jelas waktu datangnya. Adakalanya pilihan tersebut muncul sesuai keinginan kita, setidaknya salah satu pilihan adalah hal yg kita harapkan...namun jika apes, tidak ada pilihan yg bisa kita pilih karena bisa jadi semuanya bertolak belakang dg keinginan kita.

Contoh paling mudah:
1. Bangun tidur. Anda sudah diberi pilihan, segera bangun dan memulai aktivitas Anda ataukah Anda melihat jam bergumam lalu tidur lagi? (hihihih..nyindir diri sendiri nich, hihihih...)
2. Pekerjaan. Ceritanya Anda sudah betah dg pekerjaan yg sekarang Anda tekuni, padahal sebenarnya Anda bisa dapat hal lebih namun dengan effort tambahan. Apakah Anda 'BERANI' utk meraih hal yg lebih tinggi namun dg resiko dan kesulitan yg lebih sulit (namun, tentunya imbalannya akan sepadan) atau seumur-umur Anda hanya bekerja di bidang yg sama dan (sorry to say) Anda akan menjadi LOSER karena pada satu saat nanti teman2 Anda sudah mencapai suatu tingkatan yg jauh lebih baik sementara Anda masih termangu-mangu (dan bahkan 'bangga') dg keahlian Anda (yg 'tidak pernah ada' kemajuan) itu?

Kita kadang akan semakin sulit menjatuhkan pilihan jika tiap pilihan tidak ada yg 'full' sesuai keinginan kita, melainkan semuanya beririsan dengan beberapa keinginan kita. Sebagai contoh mengenai berikut, ada beberapa pilihan yang dihadapi, misalnya:
1. Pekerjaan Anda sekarang secara finansial tidak mencukupi, namun Anda sangat menyukainya.
2. Ada tawaran pekerjaan, namun Anda masih mesti belajar lagi hal2 baru...butuh waktu (mungkin cukup lama) utk menguasainya seperti pekerjaan Anda sekarang. Namun tawaran gaji menggiurkan.
3. Lamaran beasiswa Anda pada sebuah perguruan tinggi di luar negeri diterima. Beasiswa yg Anda terima tidak 100%, mungkin berkisar 75-80%, namun kans untuk berkembang sangat besar, karena bidang ilmu yg Anda masuki punya prospek sangat besar dalam 5-10 tahun ke depan.

Apa yg Anda lakukan?
Jika saya menghadapi pilihan seperti itu, biasanya saya buat kotretan (oret2an) kecil...masing2 pilihan saya buat list keuntungan dan kerugian sebanyak mungkin yg terpikir olehku. Saat daftar sudah cukup penuh dg semua pemikiranku, kadang aku bertanya, meminta opini, dari orang2 terdekat..menanyakan apa saran mereka utk kasus yg aku hadapi. Dari situ, biasanya list akan bertambah panjang dg adanya tambahan saran. Jika sudah cukup banyak daftar yg ada, maka sebagai seorang muslim saatnya aku sholat Istikharoh.

Berdasarkan pengalamanku, jika telah selesai sholat istikharoh, akan diberikan petunjuk atau kemudahan dalam memilih atau menjatuhkan pilihan. Salah satu pilihan yg ditunjukkan-Nya akan dipermudah...dan sisanya akan 'ditutup', sehingga bahkan kadang kita 'lupa' dg pilihan lain yg pernah terbetik di pikiran kita.

Bagi yg beragama lain, mungkin bisa berdoa menurut agamanya masing2...dan pada akhirnya akan menjatuhkan pilihan sesuai dengan keyakinannya.

Tentu saja, semua pilihan akan beresiko...di sinilah kita akan 'diminta' seberapa 'jantan' dan 'berani' Anda menghadapi hidup...jika Anda sudah yakin dg pilihan Anda, mestinya Anda sudah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat Anda memilih suatu pilihan dan ada masalah di dalamnya maka Anda sudah tahu strategi dan bisa mengatasinya. Sebaliknya, jika tidak ada persiapan sama sekali, utk memilih saja Anda akan mengalami kesulitan yg berlarut-larut dan pada akhirnya kesempatan itu akan hilang begitu saja tanpa ada tindakan apapun dari Anda. Dengan kata lain, Anda hanya diam...termangu...melamun...statis...dst dst... Disayangkan sekali jika Anda melakukan tindakan 'bodoh' ini...:p :(

So, bersiaplah hidup untuk memilih ... jangan memilih untuk hidup...karena hidup untuk memilih berarti Anda termasuk orang dinamis. Sebaliknya memilih untuk hidup, maka sebenarnya Anda termasuk LOSER...mungkin hidup bukan pilihan terbaik buat Anda...:p :D