Bah...jika duluw Presiden RI (SBY) yg nyepam ke hp, kini MENKOMINFO juga ikut2an nyepam ke hp. Sebelumnya, Didik juga sudah memberitakan bahwa dia mendapat spam dari Menkominfo, namun saat itu gw pikir cuma trend sesaat. Tapi ternyata, tgl 4 oktober 2005 jam 2.12 pagi lalu, aku dikejutkan dg sms yg masuk. Bah...aku kirain ada berita penting dari keluarga di Bandung/temen, tapi ternyata spam dari Menkominfo.

Isi spam: "BBM terpaksa dinaikkan, agar subsidi dapat dialihkan dari orang kaya kepada rakyat miskin. Bantu dan awasi SUBSIDI TUNAI kepada rakyat miskin. Terima kasih."

Bah...kacrut juga:p Tapi ternyata memang ada laporan bahwa sebagian subsidi tunai 'salah sasaran', karena penerima subsidi adalah orang2 yg bermobil (terjadi di Jawa Tengah) dan orang2 yg rumahnya bertegel keramik (di Jakarta). (catatan: rumah dg lantai menunjukkan pemiliknya orang berkecukupan). Jadi, memang, pengawasan subsidi mesti dilakukan :p