Well...judulnya emang panjang, karena gw emang mo sorotin hal itu. Sebagaimana telah ditulis Ronceh(Fri Oct 21, 2005,Komunike #039 - Tarianmu Memusingkan!), dan mungkin telah sering kita lihat di tivi betapa banyak kasus yg terjadi akibat pembagian dana kompensasi (utk rakyat miskin) yg tidak merata dan tidak terkoodinir dg baik. Kasus yg terjadi bahkan hingga menelan korban jiwa, dengan meninggalnya beberapa warga lanjut usia pada saat antri untuk mengambil dana tersebut. Ya ALLOH, ya Gusti...demi Rp 300 ribu, mereka rela kehilangan nyawa...karena kedzaliman pemerintah, mereka yg sudah tua renta mesti antri berdesak-desakan, berpanas-panasan...akibat mental pemerintah yg korup, mereka tidak bisa duduk di rumah tinggal menunggu dana hak mereka datang... Ya ALLOH...ampunilah dosa2 mereka yg meninggal itu .... :(

Dari sekian banyak kasus yg terjadi, aku ketengahkan beberapa kasus yg sempat aku capture.. Yg pertama adalah kasus seorang ketua RT yg berusaha bunuh diri karena stres akibat dirongrong warga2 yg meminta bagian dana kompensasi. Ketua RT tsb meminum racun serangga namun berhasil diselamatkan dan sembuh setelah dirawat selama 6 hari di rumah sakit. Biaya yg dia keluarkan utk biaya perawatan = Rp 5 juta. Ya ALLOH...berusaha 'menghindar' Rp 300ribu, malah mesti keluar biaya Rp 5juta :( Setelah sembuh, tidak ada warganya yg menjenguk..duh, nelongsonya...:( Ketua RT tersebut hanya mendaftarkan 6 warganya, karena 'jatah' dari BPS (Badan Pusat Statistik) hanya boleh mendaftarkan 5 warga. Dia sendiri mestinya berhak mendapat dana tersebut, namun dia lebih mementingkan warganya. Ada 2 'sindiran' yg dilontarkan ketua RT tsb:
1. Sbg pemimpin, dia lebih mengutamakan kepentingan warganya
2. Walo kerjanya dia sebagai buruh bangunan, namun uang baginya bukanlah segalanya

Kasus lain adalah mundurnya sejumlah pejabat desa karena teror yg dilakukan warganya, utk kasus yg sama. Buset dah...bahkan di beberapa tempat terjadi pengrusakan fasilitas (pemerintahan) desa, juga dg dasar dana kompensasi BBM.

Yg paling parah adalah warga mesti mengeluarkan Rp 150 rebu utk mendapatkan dana Rp 300 rebu. Duileee...bener2 korup + ga punya hati nurani euy... Hewan buas aza kalah buas dah...:(

*sigh*
Gw ga tau nich maksudnya pemerintah apa yaaa?? Mengurangi rakyat miskin dg cara membunuh rakyat miskin (toh, akhirnya berkurang juga jumlah rakyat miskinnya). Hwadooohhh...puyeng dah gw... :(