Tulisan ini mungkin (sedikit) terlambat dikarenakan gw yakin sudah ratusan/ribuan tulisan yg membahas bom di Bali ini. Gw cuma ingin tulis dari sisi gw, so harap maklum kalo gw tulis agak telat dari orang2:)

Kejadian bom Bali ini gw denger pas tgl 1 Oktober 2005 malam, sekitar jam 9an, saat sedang kopdar di resepsi nikahannya Sherief. Pertama aku juga tidak yakin, tapi setelah ada konfirmasi, ternyata memang benar. Sejenak aku lupa/tidak membahas kejadian itu, hingga aku tiba di rumah.

Mama cerita bahwa pamanku sempat telp. Alhamdulillah, keluarga dari Bapak selamat. Adik perempuan yang bungsu juga selamat, meski beliau tinggal di Denpasar, karena memang bukan tipe keluarga keluyuran cari makan di luar(sorry, bukan bermaksud nyinggung, hehehe..). Sempat mbahas dg Mama+adikku, karena TV jelas2 sudah off saat aku tiba di rumah (jam 1 malam). Doh, pemerintah...apa anda masih tidak mencabut kebijakan untuk melarang TV siaran malam? :(

Saat pagi tiba, aku baru ingat teh Sunny. Dia kan sedang di Bali. Saat aku telp, lho, kok tidak diangkat...tapi adanya ringtone 'masuk' yg terdengar sedikit melegakanku, setidaknya teh Sunny selamat. So, akhirnya aku kirim sms aza. Dan ternyata balasan sms-nya cukup mengejutkan... teh Sunny hampir jadi korban... Berikut sms replyannya "De, alhamdulillah teh selamat. kemaren pas kejadian lg deket kuta,tadinya mau mkn di raja's tp krn ada yg dicari jadi ke discovery. td teh lg tidur krn td mlm msh kepikiran udah gt, tlp tdk bs keluar..telp masuk juga susah..skrg lg otw ke ubud mau mkn di bebek bengil."

Sepanjang hari ini, aku sempatkan untuk membaca, menonton, dan menelaah berita2 yg berkaitan dg bom Bali. Ternyata banyak sekali hasil analisa (yg telah dilakukan) menyebutkan bahwa bom Bali merupakan bom BUNUH DIRI. Dan ini diperkuat dg rekaman video yg aku tonton di Trans TV. Di situ, diperlihatkan sebuah suasana di kafe (aku tidak sempat mendengar dg jelas, fokusku ke arah rekaman) lalu tiba2 ada orang masuk dan....BLARRRR...!! :(

Kejadian ini membuat banyak pihak terkejut...berkomentar...mengeluarkan kutukan dan sumpah serapah...meski ada juga yg berusaha bijak, berusaha tenang, tidak terpancing emosi...namun tetap sigap dan siaga. Beberapa pernyataan yg sempat aku tangkap (sorry, aku tidak kasih linknya, soalnya saking banyaknya berita yg aku baca..dan ini tidak saja dari internet, namun juga dari TV):
1. Megawati meragukan kemampuan Badan Intelijen Negara. Duh, bu Mega..apa anda masih 'tega' mengeluarkan statemen seperti ini? Apakah anda lupa, bahwa bom Bali yg pertama terjadi di masa pemerintahan anda? Tidak bisakah anda mengeluarkan pernyataan yg menyejukkan? Toh, bagaimanapun, Bali merupakan tempat kelahiran anda...setidaknya lebih arif donk ;-)
2. (info terakhir yg aku terima, sorry kalo basi) Panglima TNI menyatakan bahwa 3 ledakan merupakan aksi BOM BUNUH DIRI (dan ini memang terlihat dari tayangan yg telah aku jelaskan di atas)
3. Para pemuka Bali mengharapkan masyarakat Bali tenang dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Polri. Good point pak...anda layak menduduki posisi pemuka Bali, yg bertindak arif dan bijak.
4. Beberapa kalangan menuduh pemerintah 'sengaja' merekayasa kejadian bom Bali ini utk mengalihkan perhatian dari berita kenaikan BBM yg baru dilakukan. Masya ALLOH, pak ... bu... mbok jangan berpikiran yg macam2 dulu lah... Suasana sedang tidak keruan begini, anda2 kok malah komentar yg memperuncing suasana?? :(

Ah, pada akhirnya aku hanya bisa mengelus dada+menghela nafas... Aku hanya bisa berdoa utk korban2, semoga mereka mendapat tempat yg layak di sisi ALLOH SWT. Untuk bangsaku, Indonesia, aku akan tetap bangga menjadi orang Indonesia ;-)

Dan hingga aku menulis artikel ini...berita ttg bom Bali masih terus disiarkan.

Update dadakan:
Berikut foto pelaku (versi polisi) yg telah diidentifikasi