W32/Kumis.A 14 Agustus 2005

Dosen berKumis menyebar Foto Sexy
*hayooo...inget ama sapaaaa??*


“Bangsa Indonesia tertinggal dalam bidang IT”, pernyataan ini mungkin benar untuk beberapa sektor. Tetapi tidak untuk sektor security, lihat saja perang cyber terakhir dengan Australia dimana Dedemit Cyber melumpuhkan situs yang mengajak para netter Australia untuk memboikot pariwisata ke Bali. Siapa yang bilang kalau orang Indonesia ketinggalan dalam pembuatan virus lokal ? Yang benar justru vendor antivirus internasional kedodoran melayani banyaknya virus lokal yang muncul. Jika anda bertanya sampai kapan virus lokal akan berkembang, jawabannya mungkin hanya Ebiet yang tahu .. tanyakan kepada rumput yang bergoyang. Yang pasti beberapa bulan ini pembuat virus lokal sedang aktif menjalankan aksinya, melihat bermunculannya virus-virus lokal baru. Kalau dulu pengguna komputer direpotkan oleh virus impor, justru kini mereka “juga” kerepotan oleh ulah virus buatan orang Indonesia dan harus diakui virus lokal semakin hari semakin canggih dan banyak. Selain itu keberadaan virus lokal yang baru selalu lolos dari pantauan vendor antivirus terkenal. Hal ini sebenarnya wajar karena virus lokal hanya menyebar didaerah tertentu saja, tidak seperti virus impor yang memiliki daya penyebaran yang sangat cepat serta mengglobal sehingga setiap vendor antivirus akan cepat tanggap dan mudah mendapatkan sampel virusnya.

Lebih lengkapnya silakan lihat di sini.