Mungkin hal ini sudah masuk kategori basbangpretetet.com, namun aku sih tidak peduli...toh di dalam hal2 yg masuk kategori basbangpretetet.com adakalanya masih menarik untuk dibahas.

Semuanya berawal dari diselenggarakannya pilkada di Depok beberapa waktu lalu (26 Juni 2005). Dalam pemilihan umum tersebut, ternyata pasangan Nurmahmudi Ismail dan Yuyun Wirasaputra mendapatkan suara terbanyak, 232.610 suara, unggul tipis dari pasangan Badrul Kamal dan Syihabuddin, 206.781 suara. Secara logika yg SEHAT, sudah jelas pemenangnya akan dilantik menjadi walikota dan wakil walikota Depok.

Persoalan muncul ketika kubu BK melakukan protes dan melaporkan adanya kecurangan yg, menurut mereka, dilakukan tim sukses pasangan NI&YW. Serangan fajar (doh serasa jaman revolusi saja), menghalang-halangi sejumlah pemilih, kartu suara yg dobel, dst dst diajukan tim BK sebagai bukti kecurangan tim NI. Kasus ini kemudian diajukan ke pengadilan, dan turunlah keputusan yg SANGAT TIDAK MASUK AKAL SEHAT DAN MERUSAK CITRA PENGADILAN.

Keputusan tersebut adalah menyetujui klaim kecurangan yg diajukan tim BK, dan MENAMBAHKAN SUARA, yg diklaim tim BK sebagai jumlah suara yg dihalang-halangi untuk memilih (sejumlah lebih kurang 60 ribu), ke perolehan suara tim BK. Hasil akhir dari tindakan ini, jumlah suara pasangan BK = 269.551 sementara pasangan NI = 204.828.

HOAHAAHA...INI ADALAH SALAH SATU DAGELAN TERKONYOL DARI PENGADILAN INDONESIA..!!

BAGAIMANA MUNGKIN HAKIM DG MUDAHNYA MEMASUKKAN ANGKA 60 RIBU TERSEBUT KE PEROLEHAN SUARA BK? DENGAN DASAR APA? MEMANGNYA HAKIM YAKIN 60 RIBU SUARA TERSEBUT PENDUKUNG BK? BAH....MENJIJIKKAN SEKALI SANDIWARA YG DILAKUKAN HAKIM2 PENGADILAN TINGGI JAWA BARAT!!

Beberapa hal yg patut dijadikan sorotan dari kejadian ini:
1. Ini tidak lain dari upaya Golkar utk bisa memenangi pemilihan kepala daerah di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari 85% yg semula ditargetkan Golkar untuk memenangi pilkada, ternyata hanya 15% -25% yg tercapai (sori, lupa angka yg lebih detail). Justru PDIP yg memperoleh kemenangan lebih banyak. Jelas, Golkar tidak mau membuang peluang menang ini, berapapun cost yg harus dikeluarkan, selain karena letak Depok yg dekat Jakarta.
2. Klaim kecurangan yg diajukan tim BK, bagiku TIDAK MASUK AKAL. Selama sekian puluh tahun pemilu, KITA SUDAH TAHU, SIAPA SIH SEBENARNYA YG SUKA MELAKUKAN KECURANGAN2 DG POLA YG DISEBUTKAN DI ATAS?? ;-) Aku masih percaya dg PKS, tidak akan melakukan tindakan2 busuk itu...tapi sudahlah, insya ALLOH, ALLOH SWT akan memperlihatkan kebenaran (doh, side A numpang lewat nich...)
(Tiga kejanggalan di bawah ini berkaitan dengan hukum yg tidak aku kuasai)
3. Sesuai Undang-undang, putusan harus dikeluarkan dua pekan setelah gugatan didaftarkan. Artinya, gugatan tim BK yg diajukan 12 Juli paling paling harus diputuskan 29 Juli, namun ternyata keputusan baru turun 4 Agustus.
4. Putusan hakim hanya berdasarkan asumsi yg dikeluarkan saksi, misalnya jumlah 62 ribu orang yg TIDAK MEMILIH BK karena tidak terdaftar sebagai pemilih.
5. Adanya pergantian hakim yg vokal di tengah persidangan.

So, TERLIHAT SEKALI KAN BETAPA BUSUKNYA PENGADILAN DI INDONESIA...?? :(

Khusus poin 5, aku sempat baca berita mengenai hakim yg diganti. (sori, aku lupa sumber lengkapnya, jadi aku ketik yg aku ingat, aku yakin ga terlalu jauh melencengnya kok, hehehe..) Hakim tsb diganti dg alasan sedang menengok anaknya yg sedang mengalami kecelakaan. Saat dikonfirmasi, hakim ybs membenarkan bahwa saat itu dia sedang ada keperlua menengok anaknya yg baru kecelakaan. (yg menarik) Hakim tsb menyatakan keheranannya terhadap peristiwa kecelakaan yg menimpa anaknya tersebut. (sayang sekali hakim tsb tidak menjelaskan lebih detail keheranannya. Doh, serasa melihat film ttg konspirasi tingkat tinggi. Namun ini Indonesia bung, kok garing banged dan kasat mata banget konspirasinya, hehehe...)