Lebih kurang seminggu ini aku sering melihat berita tentang jual beli gelar. Dimulai dengan ditutup dan dibubarkannya IMGI (Institut Manajemen Global Indonesia) pd tgl 10 Agustus lalu, terkuaklah lika liku SATU JARINGAN penjualan gelar. Disusul dengan munculnya pernyataan dari Mendikbud ttg penjualan gelar ini serta cerita2 para 'korban' pembeli gelar tersebut.

Suatu hal yg menarik, bahwa promosi jual beli gelar ini tidak saja dilakukan kepada para artis (sori, bukan melecehkan..tapi berapa banyak sih di antara kalian yg emang punya otak?? hihihih...apalagi sampe bisa dapat gelar S3, emangnya kalian punya waktu utk belajar??hihihih...) bahkan rektor Undip (Universitas Diponegoro) sendiri ditawari, yg untungnya beliau mempunyai akal sehat, jadi langsung ditolak mentah2.

Sementara itu, beberapa 'korban' memberikan pernyataannya..
1. Suwarno Wijaya, yg sejak 27 Mei 2001 mempunyai 2 gelar, mengembalikan gelar yg didapatnya. Gelar yg didapatnya tidak tanggung2...PhD dan MBA dari Northern California Global University. (Njrit, pinter banged nich orang kalo emang bisa dapat 2gelar sekaligus, hehehe...)
2. Mantan Kapolri Roesmanhadi menyatakan protes karena namanya tercantum sebagai penyandang gelar MSc (hi Yazid!) dari American World University. Beliau menyatakan tahun 1999 dikirimi toga dan ijazah oleh pihak IMGI. Namun beliau curiga karena penulisan namanya yg salah, sehingga (menurut beliau) beliau cuek saja.
3. Oesman Sapta, Wakil Ketua MPR 1999-2004 mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University tahun 1999, bersamaan dengan Hari Sabarno. Cuman orang ini ngotot bahwa Senior University adalah lembaga legal. Alasannya, jika ilegal mana mungkin bisa memberi gelar. (doh...mikirnya jiga orang...ah, you know lah...hehehe... Doktor Honoris Causa di sini mungkin Doktor yg didapat setelah memberi HONOR, hahaha..)

Cerita lucu lain yg sempat aku dapat adalah seseorang (A) mendapat tawaran gelar Doktor (HC) PhD MSc MBA. A iseng mengisi formulir yg disodorkan dan mengisi kolom nama dengan nama kucingnya. Eh, ternyata si kucing dapat gelar doktor HC....HOAHAHHA..:D

Dari koran Tempo, berikut adalah daftar Perguruan Tinggi ILEGAL yg dikeluarkan Depdiknas:
1. American World University
2. Northern California Global University
3. Jakarta International Management Studies
4. Harvard International University
5. World Association of University and Colleges
6. Edtracon International Institute
7. Institut of Business and Management "Global"
8. American Management University
9. American Global University
10. American International Institute of Management and Technology
11. Distance Learning Institute
12. AIMS School of Business Law
13. Washington International University
14. American Institute of Management Studies
15. International Distance Learning Program
16. San Pedro College of Business Administration
17. Kennedy Western University
18. University of Bakerley
19. Barkeley International University
20. Senio University
(pssstt...coba cek ijazah anda...sapa tau lembaga pemberi gelar S2 dan S3 anda termasuk di daftar di atas, ehehe..)

Sekalian, gw posting ttg satu kecurangan akademik yg MENGERIKAN...

Wakil Bupati Ciamis, Tohirin Bahri ditahan karena menggunakan joki (ajudannya sendiri, Iskandar Zulkarnaen) pada saat mengikuti ujian di program ekstensi di Fakultas Hukum Unsoed.

Doh...gila ya para petinggi+pejabat Indonesia...tidak cuma menyandang gelar palsu, tapi juga berani memakai joki (menyuruh ajudannya) pada saat ujian. Barangkali ga mau kalah mentereng memasang gelar di kartu nama...hehehe..:D
*injek2 para pejabat pemakai gelar palsu+curang akademis*