Kesulitan Tampung Mahasiswa
ITB Akan Membangun Kampus Baru di Bekasi

BANDUNG, (PR).-
Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuka kampus baru di Kota Delta Mas Kab. Bekasi. MoU kerja sama pendirian kampus itu, sudah ditandatangani Rektor ITB dengan Bupati Bekasi, Jumat (26/8).

Rektor ITB, Prof. Djoko Santoso mengatakan, kampus ITB di Jln. Ganesha Bandung, sudah terlalu kecil untuk menampung mahasiswa ITB, yang berjumlah 15 ribu orang.

Djoko mengatakan, walau berlokasi di Kab. Bekasi, fasilitas untuk kampus baru nanti, akan sama dengan kampus di Bandung. Begitu juga dengan standar mutunya. Luas lahan kampus itu sekira 40 ha. Tapi, belum bisa diperkirakan berapa besar daya tampung kampus baru itu.

Kampus baru itu akan mulai dibangun pada 2006. Diharapkan, pada 2008 sudah selesai dan bisa langsung digunakan untuk penerimaan mahasiswa baru.

Djoko mengatakan, kampus ITB di Bekasi akan menjadi projek percontohan, untuk mengembangkan kampus ITB di daerah lainnya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ITB akan membuka kampus di daerah lain, baik di wilayah barat maupun timur Indonesia. ”Kampus ITB bisa saja dibangun di luar Jawa. Kami sedang memikirkan untuk membangun di Indonesia bagian barat dan timur,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan adanya protes dari perguruan tinggi di daerah, Djoko mengatakan, ITB sama sekali tidak memiliki motif untuk rebutan mahasiswa, hanya akan bersaing dalam konteks mutu. ”Kami juga tidak akan membuka program atau jurusan yang sudah ada di perguruan tinggi setempat. Kami hanya akan membuka yang belum ada. Misalnya ICT (Information and Communication Technology). Kami memiliki 25 doktor di bidang ICT, kenapa tidak dimanfaatkan?” ujarnya.

Bupati Bekasi, H.M. Saleh Manaf mengatakan, pemilihan tempat untuk kampus baru itu dilakukan oleh tim dari ITB. Tapi pembebasan tanahnya, menjadi tanggung jawab Pemkab Bekasi, dengan dukungan anggaran APBD setempat.

Saleh belum bisa merinci, berapa nilai investasi yang dikeluarkan Pemkab Bekasi. ”Untuk tanah saja, harganya Rp 500 ribu/meter persegi. Untuk bangunan, kami menyediakan Rp 50 miliar. Nilai total investasinya masih dalam pengkajian. Sekarang ini baru kesepakatan awal,” ujarnya.

***
Mungkin nanti akan ada lagi cerita temenku ttg 'kasus' seperti dulu...
"Kuliah di mana Dik?"
"Ganesha Pak..."

"Ohhh...Sekolah *biiiipppp...* itu?"
"Heh..??"

Tahun 2008-2009:
"Kuliah di mana Dik?"
"ITB Pak..."

"Cabang mana?"
"Bekasi"
*doh...!!!*

Tahun 2018-2019:
"Kuliah di mana Dik?"
"ITB Pak..."

"Cabang mana?"
"Sulawesi Utara, ITB cabang Menado"

hihihihih...:))

Yel-yel OSKM mungkin perlu diubah...
OSKM di cabang:
Danlap: "Siapa kalian....??"
Peserta: "IIII TE BEEEE....BEKASI...!!"
*hwadoh...ngakak dah mbayanginnya...*

OSKM terpusat:
skenario 1:
Danlap: "Silakan....masing-masing cabang meneriakkan yel2nya...!!" (hoahahahaha...)

skenario 2:
Danlap: "Siapa kalian....??"
Peserta: "IIII TE BEEEE....BEKASI...!!"
Peserta: "IIII TE BEEEE....PUSAT...!!" (Bandung maksudnya, hoahahhaha...)
Peserta: "IIII TE BEEEE....PEKALONGAN...!!"
Peserta: "IIII TE BEEEE....MENADO...!!"
Danlap: "BUBAR...BUBAR...PUSING KEPALA SAYA....!!"

Pacaran bisa dilakukan antar cabang, tidak lagi antar jurusan:
Pemuda A kuliah di ITB cabang pusat pindah kuliah ke ITB cabang Pekalongan, selain buat TA juga buat wakuncar dan ketemu calon mertua...*hihihihi..*