Hari Rabu kemaren, nasibku rada2 apes di client. Debat sana debat sini tentang aplikasi dan flow suatu modul, membuat aku rada bete.

Akhirnya janji ketemuan dengan Midy, untuk beresin permasalahan. Setelah bongkar sana bongkar sini, berikut penjelasan panjang lebar dari Midy, ternyata sumber error adalah karena tidak samanya persepsi antara aku dan Midy (as creator). Akibatnya, aku menerapkan aturan versi aku sendiri, karena perbedaan persepsi tersebut.

Akibatnya jelas, program tidak berjalan sebagaimana mestinya dan ini mengakibatkan project berjalan molor, hampir 3 minggu.

Hmmm...aku sempat menangkap gejala tidak enak dari bossku, mr Hazy. well, nampaknya aku mesti segera membenahi. So, dibantu Midy, aku dijelaskan ulang tentang aplikasi (menyamakan persepsiku dg punya Midy), dokumentasikan, dan terakhir, uji coba. Alhamdulillah semuanya kelar dan BERHASIL:)

Setelah semuanya berakhir, aku menghadap boss-ku, minta maaf karena aku membuat project jadi berjalan terseok-seok. Waow, di luar dugaanku, mr Hazy senyum dan memaklumi keadaanku. Beliau bilang itu adalah hal yang wajar karena pada prinsipnya kita semua sedang belajar, dan beliau malah terima kasih juga padaku:)

Pheewww...lega hatiku mendengar jawaban beliau.

CONTOH PEMIMPIN YANG BAIK nich!! ;-) Ketika anak buahnya mengalami kesulitan dan ada kesalahan yang diperbuat, seorang pemimpin TIDAK PERLU MENGERNYITKAN DAHI dan MEMARAHI anak buahnya tersebut. Kenapa? Karena penyebabnya bisa jadi BUKAN dari anak buahnya tersebut.Bisa jadi karena client yang terlalu rewel, kesalah pahaman developer dalam memahami flow bisnis, software yg cacat (OS atau main aplikasi (baca: SQL Server)), dst dst. Kebetulan dalam kasusku ini, beberapa penyebab menjadi satu.

Hmmm...sikap ini mesti aku contoh jika aku kelak dipercaya menjadi pemimpin (amin). Tidak boleh segera naik pitam, menyalahkan anak buah...melainkan membantu, bahkan jika perlu turun tangan langsung.

Thanks mr Hazy...anda sudah memberikan pelajaran yang berharga untuk aku...:)