Siang ini setelah aku selesai mengajar di Universitas Kebangsaan, seperti biasa aku beli minum di warung dekat kampus. Ketika sedang minum, pemilik warung sedang dirayu oleh tukang kredit yang sedang menjajakan beberapa barang dagangannya, diantaranya panci, 1 set gelas, lalu ada juga ember dan teko.

Tukang kredit merayu agar pemilik warung dan cukup membayar cicilan SERIBU RUPIAH/hari. Hehehe...hebat juga taktik TK ini, mantap dah:)

Berbicara tentang TK, profesi ini aku ketahui sejak SD di Bandung (saat di Malang, rasa2nya saat itu aku belum pernah menemui TK berkeliling di daerah rumahku). Kebetulan di depan rumahku ada sebuah rumah yang dikontrak dan dihuni oleh sekitar 5-6 orang pria (belakangan ada yang menikah, seingatku) dan 3-4 orang diantaranya berprofesi sebagai TK.

Kehidupan sebagai TK tidaklah mudah. Mereka harus jeli melihat kebutuhan market serta menghitung berapa rupiah uang yang harus dibayarkan oleh para pelanggan mereka agar ROI mereka bisa cukup menjanjikan. Jangan sampai mereka impas atau bahkan tekor.

Sebagai contoh, sebuah panci seharga 20 ribu akan mereka jual seharga 30 ribu, dengan metode pembayaran 1000 rupiah/hari, sebagaimana yang mereka tawarkan kepada pemilik warung. Secara hukum Islam, hal ini wajar saja, HALAL DAN DIPERBOLEHKAN.

Yang jelas, perhitungan yang dilakukan oleh TK tidak sesimple sebagaimana aku tulis di atas. Karena mereka juga telah memperhitungkan biaya hidup mereka sehari-hari dan bermacam-macam komponen lainnya.

So, jangan meremehkan kerja mereka...siapa tahu mereka lebih pandai berbisnis dibandingkan kita...hanya mungkin posisi mereka tidak cukup 'bonafid' untuk bisa memutar uang dengan jumlah yang lebih besar :)