Hmmm...hari ini aku mengunjungi beberapa tempat, yakni BEC, Gramedia, Istana Plaza. Iseng2 aku membuat survei yang mungkin tidak terlalu ilmiah, tapi lha wong namanya juga iseng :D

Survei yang aku lakukan adalah, apabila seorang naik tangga berjalan, arah mana yang dia ambil setelah tiba di ujung tangga berjalan. Dari sekitar 100an orang yang aku perhatikan, aku bagi menjadi kriteria (per lokasi) berikut:
- BEC:
# di lantai 1 (yang ditempati counter HP):
NAIK:
== sekitar 50an orang (aku tidak catat secara tepat) memilih arah kiri
== sekitar 30an orang arah kanan
== sisanya lurus
TURUN:
== sekitar 80an orang (aku tidak catat secara tepat) memilih arah kanan
== sekitar 10an orang arah kiri
== sisanya lurus
# di lantai 2 (yang ditempati counter komputer)
NAIK:
== sekitar 60an orang (aku tidak catat secara tepat) memilih arah kanan
== sisanya 30an orang arah kiri
== arah lurus tidak ada (kecuali mo nabrak counter, heheh...)
TURUN:
== sekitar 80an orang (aku tidak catat secara tepat) memilih arah kanan
== sekitar 10an orang arah kiri
== sisanya lurus
- Gramedia tidak jauh berbeda, hanya saja jumlah responden yang aku amati lebih sedikit (hanya 50an orang) karena saat aku mengunjungi gramedia, pengunjungnya tidak terlalu ramai.
NAIK:
== sekitar 30an orang (aku tidak catat secara tepat) memilih arah kiri (counter buku2 resep)
== sekitar 30an orang arah kanan (ke arah komik, atau agama)
== sisanya lurus (menuju counter buku2 baru)
- Istana Plaza aku tidak perhatikan dengan seksama (perut sudah lapar), selain karena tangga berjalannya terbagi lokasinya, ada 'aturan' yang tidak bisa aku jadikan patokan surveiku ini...yakni ada tangga berjalan (arah ke bawah) yang MENGHARUSKAN pemakainya untuk belok kiri, karena arah depan dan kanan sudah ditutup oleh pagar, kecuali pengen terjun ke bawah, hihihi... So, untuk IP aku tidak melanjutkan surveiku ini.

Buatku, menarik sekali hasil survei yang aku lakukan, yakni kecenderungan otak kiri utk berlaku dominan. Dengan kata lain, aku menduga, kebiasaan kita selama ini (yang diajarkan dan ditanamkan sejak untuk menggunakan dan 'mendoktrin' bahwa KANAN = KEBAIKAN dan KIRI = KEBURUKAN sudah berhasil...dan tanpa sadar, otomatis, kita akan selalu memilih arah kanan, karena asumsi kita bahwa kanan = keselamatan, kecuali sudah ada rambu2 tertentu yang sudah membatasi gerak kita.

Tapi ini hanya dugaanku saja...tidak sepenuhnya benar, jadi jangan ditelan mentah2 yaaa?? hehehe...

Aku belum melakukan survei yang serupa di Jakarta/pusat keramaian lain di Bandung (tentunya dengan aturan survei yang serupa, yakni tangga berjalan harus menuju ruang yang bebas/tidak ada batasan). Barangkali ada yang berminat melakukan survei serius terhadap 'kebiasaan' ini dan menerbitkannya dalam publikasi ilmiah?? hehehe...:)