Saat ini aku sedang (cukup) stres karena masalah pekerjaan. LIVE schedule untuk project kian dekat, tapi aplikasi masih banyak yang error...dan lebih parahnya lagi, NYARIS tidak ada yang bisa bantu aku untuk membetulkan error2 tersebut. :(

Kadang aku 'gatel' juga pengen debug + benerin sendiri, seperti yang telah aku lakukan di beberapa pekerjaan yang semestinya tanggung jawab developer. Lha wong aku (masih agak) bisa coding + (mungkin) lebih tahu flow bisnisnya, daripada nunggu2 developer dan butuh waktu, ya sudah...benerin sendiri.

Hanya saja, belakangan aku berpikir juga, apakah sikapku ini tidak membuat mereka (developer) sakit hati? Mungkin iya, mungkin tidak. Sejenak aku teringat 'masa laluku' ketika kerja di kantor lama. Coding sekian hari, kemudian dihapus begitu saja, digantikan dengan coding baru.

Akhirnya, aku ambil kesimpulan sendiri. Jika updating codingnya urgent dan masih bisa aku handle, aku akan lakukan sendiri, tentu saja aku beritahu developernya. Tapi, jika waktunya masih lama, yaa..lebih baik aku serahkan kepada yang 'berwenang' ;p

Dan hari ini, aku (baru?) tahu bahwa tidak aku saja yang stres. Rekan developer juga ikut stres, terutama karena sering 'dibentak'(?) oleh client. Dia beralasan bahwa client BUKAN PIHAK YANG MENGGAJI DIA, jadi tidak ada kewajiban buat dia untuk 'segera' mengerjakan pesanan client. Ini hal yang tidak salah bagiku, karena memang, yang membayar qt adalah company, bukan client. Tapi jika dilihat benang merahnya, tentu client yang membayar ke company, dan company yang memberikan sebagian duit project tersebut ke qt sebagai gaji. Diteruskan dengan curhatnya dia, bla bla bla...:p

Well...mungkin di sini perbedaan cara pandang. It's fine...dan aku tetep menghargai rekanku, hanya saja, hmmm...aku tentu tidak akan 'melawan' langsung clientku. Yaa..mesti tarik ulur lah, lah wong sudah lebih dulu makan asam-garam kerjaan, mestinya lebih lihai donk, hihihih...;) *hal yang sama ingin aku terapkan di kehidupanku, ingin lebih bijak, sabar, kalem, lembut, perhatian, namun sayangnya seringkali gagal...masih belum cukup tingkatannya, hiks...*

So, selamad stres dach..!! Eh, salah...selamat kerja...biar ga stress..!! :D