Senin malam, ketika aku tiba di kostan, aku diberitahukan bahwa ada penghuni baru di kostan. Semula aku pikir ada orang baru yang kost, tapi setelah aku melihat sendiri penghuni baru, aku jadi tertawa geli. Ternyata penghuni barunya adalah seekor burung kakaktua. Jadi ingat temen smp-ku, Hilmi, yang punya burung kakaktua yang 'menyebalkan' sekaligus lucu. Menyebalkan, karena tiap kali mendekat, pasti berusaha menggigit, tapi lucunya, setiap kali kita membungkuk hormat (mode Jepang), maka si kakaktua juga akan melakukan hal yang sama, menunduk seraya mengoceh.

Kembali ke burung kakaktua di kostan. Namanya si Pekok. Pertama kali aku tidak mengerti kenapa diberi nama si Pekok, tapi ketika aku perhatikan ternyata 'favorit' kata2 yang diucapkan dia adalah "PEKOK...PEKOK..." dan bu Is (pemilik kost) juga memanggilnya Pekok.

si Pekok ternyata ribut juga...pagi2 subuh sudah tereak2 kaya orang digigit atau dianiaya, hahah...aku sampe ketawa2, lha wong aku jadinya ga bisa istirahat, maklum aku lagi sakit...lieur, badan ga fit banged, jadinya aku membatalkan jadwal untuk user acceptance term (uat) aplikasi dan ketemu orang untuk demo portal.

Yang bikin aku ketawa2 juga adalah tingkah polah si Pekok...nampaknya dia burung kakak tua dari Jawa..soalnya beberapa kali ngoceh "Lapo....Lapo..." (jawa: ngapain...ngapain...) mayan jadinya rada2 ngakak juga dan sedikit melupakan rasa sakit yang sedang aku derita...:)

Thanks Pekok buat hiburannya, tapi aku akan lebih terhibur kalo Pekok jadi menu Kakak Tua Goreng, ehekekkeke..:D :))