Minggu pagi aku mendapat berita dari seorang teman, angk 98, bahwa PPAM yang dilakukan sekarang ternyata bermasalah. Permasalahan yang dimaksud adalah adanya intimidasi dan larangan dari pihak jurusan terhadap mahasiswa baru Fisika 2004, untuk tidak mengikuti PPAM (Ospek HIMAFI). Intimidasi dan larangan ini sudah dilakukan sejak awal tahun ajaran baru 2004 lalu, namun semakin intens dan tidak menjadi 'gertak sambal' belaka belakangan ini, terutama sejak adanya kasus pada saat acara swasta lalu.

Rekanku itu bercerita bahwa pada saat acara swasta itu, ada seorang peserta yang ditempeleng oleh swasta, dan mahasiswa tersebut tidak terima. Protes yang dilakukan mahasiswa tersebut diikuti oleh rekan2 PRIA lainnya untuk tidak meneruskan acara PPAM, sehingga, menurut kabar terakhir, anggota HIMAFI yang baru = SEMUANYA WANITA (berjumlah 18 orang). BUSEEDDDDD....!!! :D

Aku langsung melontarkan saran, bahwa kini tugas Himafi adalah memfasilitasi 18 orang anggota baru tersebut agar potensi mereka benar2 bisa berkembang di Himafi. Jika perlu, 18 orang tersebut lulus CUM LAUDE, sehingga bisa memperlihatkan bahwa Himafi BUKANLAH SUATU PENGHAMBAT...!! :p

Yang lebih 'parah' lagi adalah saran dari Lemet dan Willy, kebetulan hari Minggu aku mampir ke warnet mereka, Torche. Mereka berpendapat, jika memang masalahnya adalah di tamparan yang terjadi di acara swasta, yaa silakan diusut saja pelakunya, tidak perlu melibatkan Himafi. Karena dari pengalaman mereka, jika yang menampar adalah swasta yang 'fun&menyenangkan' maka seharusnya tidak ada masalah. Kecuali jika swasta yang tidak pernah hadir, baik dalam perkuliahan atau di himpunan (jika hadir di himpunan pun paling main kartu, dst), lalu menempeleng, itu yang dipermasalahkan.

Ide 'gila' lainnya adalah mendoktrin ke-18 perempuan Himafi tersebut utk mencari jodoh yang HIMPUNAN, agar selevel...!! HAAHHAKEKEKE...!!! IDE GILAAAA BANGGGEDDDDDD...!!! :D :))

Aku sendiri berpendapat bahwa acara swasta DI KAMPUS = acara SENANG-SENANG, mengakrabkan diri dengan (calon) anggota baru himpunan. Untuk kekerasan, yaa...lakukan yang wajar, tapi untuk di kampus, HINDARI KONTAK FISIK!!! Kontak fisik 'perlu' dilakukan hanya pada saat acara akhir...;)

btw, informasi yang diterima oleh Lemet dan Willy sedikit berbeda...terutama beda source, jadi hmmm...kita lihat saja perkembangan hari Kamis ini, yakni pada saat panitia akan dipanggil komdis... Mudah2an kawan2 Himafi cukup kuat dan mempersiapkan mental (agar tidak kalah) pada saat adu argumen dengan komdis. Yang 'disayangkan', komdis cenderung bertindak sepihak, seperti yang dialami oleh Lemet...:(

intinya: seperti biasa, JURUSAN TIDAK MEMBERIKAN CONTOH PENDIDIKAN YANG BAIK. TINDAKAN OTORITER (dan 'cuci tangan') SENANTIASA DIKEDEPANKAN. :(