Aku teringat pada sebuah artikel yang menarik yang dimuat di koran TEMPO kemarin. Sebuah artikel tentang percobaan yang menyelidiki hubungan gen dengan perilaku seksualitas. Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan melakukan eksperimen sebagai berikut, seekor lalat betina 'dimodifikasi' gen-nya, dengan menjadikan gennya serupa dengan gen lalat jantan. Sebagai akibatnya, lalat betina menjadi lebih tertarik untuk mencumbu lalat betina juga. Sementara lalat jantan yang 'diubah' menjadi lalat betina, menunjukkan perilaku yang serupa juga. Tingkah laku mereka menjadi tidak agresif lagi dalam mengejar lalat betina. Mereka jadi lebih cenderung bersikap pasif, dan mengalihkan perhatian seksualnya kepada lalat jantan lain.

Yang hendak disampaikan oleh para ilmuwan adalah, perilaku seksual ternyata mempunyai kaitan erat dengan gen, di samping tentunya dengan lingkungan. Mengapa lingkungan juga berpengaruh? Karena lingkungan-lah yang sedikit banyak membentuk perilaku-sikap seorang individu. Sebagai contoh, seorang anak yang ditumbuhkan di kompleks pelacuran akan cenderung menganggap kegiatan/perilaku seksual sebagai sesuatu yang 'wajar' dan mereka tidak akan ragu-ragu untuk melakukan hal yang sama seperti yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun kesimpulan yang didapat para wartawan, sebagaimana yang aku kutip: "Penemuan ini mendukung bukti yang telah terkumpul selama satu dekade terakhir. Bukti itu menyatakan bahwa orientasi seksual mungkin pembawaan dari lahir yang dikodekan pada otak lelaki atau perempuan."

Hanya saja, bagiku (dan sebagaimana juga ditulis di koran) orientasi seksualitas manusia tidaklah sesimpel seperti yang ilmuwan teliti. Karena bagaimanapun, ilmu manusia hanyalah secuil dan ciptaan ALLOH SWT adalah sebaik-baik dan sesempurna ciptaan. Manusia mungkin bisa meniru, tapi tidak akan pernah mencapai taraf yang sama (bahkan mendekati 90%) dari ciptaan ALLOH SWT.

Hikmah yang bisa diambil adalah, masih banyak hal-hal (misteri alam) yang mesti dipecahkan oleh manusia. Dan kesemuanya itu hanya bisa terkuak jika manusia MAU BERPIKIR, BELAJAR dan MENGGUNAKAN AKAL SEHATNYA.

ps: beberapa istilah ilmiah yang menarik untuk diketahui:

- pheromone = bahan kimia yang dihasilkan sebuah organisme untuk menyampaikan pesan pada rekannya dari spesies yang sama. Ada beberapa jenis pheromone, yakni pheromone alarm (tanda bahaya) dan pheromone seks. (ps: Crayon terbaru (seri 39) menyinggung pheromone, yakni ketika Crayon ketemu ce cantik yang seksi dan menggodanya, hekekeke...)

- fruitless = gen penghasil protein. Gen ini biasanya dimiliki oleh lalat jantan, dan ada hubungannya dengan perilaku seksual.

- pasangan kode genetika (sekedar mengingatkan pelajaran SMA):
Basa A (Adenine) berhubungan dengan basa T (Thymine)
Basa C (Cytosine) berhubungan dengan basa G (Guanine)