Adanya jalan tol Cipularang memang (sangat?) menguntungkan pihak2 yang aktivitasnya sering bersentuhan dengan Jakarta-Bandung.

Bagaimana tidak, kita lihat perbandingannya sebagai berikut:
1. Menggunakan mobil, melalui tol Cikampek, kemudian melewati Purwakarta = 3-4jam (tergantung kondisi apakah ada kemacetan)
2. Menggunakan kereta api, bergantung dari keretanya:
- parahyangan, umumnya 3jam
- argo gede, sekitar 2 jam 15 menit

Dengan adanya tol Cipularang, waktu tempuh Bandung - Jakarta (dan sebaliknya) menjadi lebih pendek yang cukup signifikan.

Dari beberapa kali hasil 'test' (menggunakan travel, hehehe...), aku mencatat waktu tempuh sebagai berikut:
1. Jakarta - Bandung. Ini bergantung pada kemacetan lalu lintas juga... Akan tetapi, waktu yang aku berhasil catat, berkisar 2 jam - 3.5 jam (semuanya dihitung per week end, jadi jika di luar week end, mestinya bisa lebih cepat lagi...)
2. Bandung - Jakarta. Nah, ini yang terasa sekali mengalami perubahan yang signifikan. Dengan travel 4848, berangkat dari Bandung jam 19.00 WIB tiba di Jakarta pukul 20.30. Cepat sekali bukan?

Hanya saja, dengan dibukanya tol Cipularang ini, bagaimana nasib orang2 yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kendaraan yang melalui Purwakarta, seperti rumah makan padang "Simpang Raya", kemudian tukang baso, tukang sate, dan lain2. Apakah mereka sanggup untuk mereformasi dan 'memperbaiki' visi dagang mereka? Ataukah akan ikut tergilas roda perubahan?