RIOTS on JOB

My estimation about my load work IS NOT correct at all...!! After I delivered the latest application to my client, manehna nyaralahkeun gawean babaturan ti tim developer...!! "Fitur ieu salah...kuduna jiga kieu cara kerjana...!! Trus, tombol ieu naha aya di dieu...??" begitu semprotnya padaku.

"Heughhhhh...."semula aku mo mengeluh, but heyy...complaining is NOT the best solution..!! What I should do are listing the correct function, meeting with developer, correcting them, testing the corrections and finally re-deliver the applications....!! So, sok atuh dicararatet eta koreksi ti client teh, ulah bengong wae..!! :p

Saat menulis koreksi dan melakukan perhitungan ulang tentang pekerjaan, aku berpikir,"Memang wajar jika seorang pimpinan diberi gaji/salary lebih tinggi dari bawahan, karena setidaknya dia dinilai mempunyai kelebihan dibandingkan dengan anak buahnya.... Termasuk kelebihan untuk DIMARAHI oleh CLIENT :p Setidaknya, dari pengalamanku ini aku melihat bahwa seorang pimpinan (project) mestilah:

1. Menguasai bidangnya. Untuk hal ini, aku sendiri menyadari bahwa aku berusaha untuk menguasai bidang yang aku tekuni. Jika masih ada kekurangan, itu hal yg wajar, aku pikir...karena semua orang pada dasarnya BERPROSES, setidaknya jika diberi kesempatan, dia akan tahu dan akhirnya mampu menguasai bidang tersebut.

2. Mau belajar, punya rasa ingin tahu yang banyak, senang mengenal/tahu hal-hal yang baru. Ini berkaitan dengan no 1 juga sih. Hmm...jika aku menilai diriku, aku merasa aku memenuhi point ini ;-) Hanya saja aku ada kelemahannya, KURANG BANYAK BERTANYA...!! :( Aku lebih suka mencari tahu sendiri, mencoba dulu hal yang aku temukan, dan jika salah baru ada yang mengoreksi. Aku PALING TIDAK SUKA, jika belum apa-apa semua kerjaanku DIANGGAP SALAH...!! >:( Hehehe..jadi inget seseorang, dulu, yang sukanya ngomel2 dengan kerjaanku...padahal belum tentu yg aku buat itu salah..!! CARANYA BEDA, APAKAH TIDAK BOLEH? :p Kadang terbersit, POLA PENDIDIKAN di Indonesia ini yang TIDAK MENDUKUNG (bahkan MEMATIKAN) keberagaman cara berpikir dan berkreasi. Hampir semuanya DISERAGAMKAN! Padahal, seperti aku tulis di atas, APA SALAHNYA BERBEDA?? Rasululloh SAW sendiri bersabda "Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah RAHMAT." Hadits tersebut JANGANLAH diartikan secara sempit, hanya orang2 tua yg boleh berbeda pendapat, sementara orang2 muda/anak kecil tidak boleh...! :p
Sebagai contoh:
1. ketika aku kuliah baheula, saat ujian kalkulus, temenku, Teguh Budimulia, peraih perak TOFI 95 mengerjakan soal kalkulus dengan metode yang berbeda sekali dengan yang dijelaskan dosenku. Mula-mula cara kerjanya disalahkan, karena metode yang digunakan Teguh adalah metode yang digunakan mahasiswa S3!! ;p akhirnya setelah berdebat, dosenku membetulkan nilainya,karena jawabannya Teguh memang betul
2. seorang guru menyuruh murid2nya (TK) menggambar pemandangan. (katakanlah) Budi menggambar pemandangan yang tidak lazim. Di saat temen-temennya menggambar pemandangan pegunungan, Budi menggambar pemandangan laut. Apa akibatnya? His friends got point 8 for their drawing, ari si Budi ngan saukur meunang 6. Budi teu bisa protes, daaa ngaranna oge budak leutik, teu pati ngarti lah urusan protes2an mah...ngan ti dieu kan katingali yen kualitas guru si Budi teh teu bener, piraku aya budak nu 'beda' ide langsung 'dilarang' ;(

Kembali ke diriku (buset dah, narsis banget seeehh...!!!), aku tidak pernah temen2 kerjaku utk HARUS mengerjakan sesuatu dengan caraku. Jika mereka punya metode yg lebih baik dariku, aku bebaskan mereka menggunakan cara mereka. Namun, dengan konsekuensi, jika metode mereka mengalami hambatan, mereka HARUS mau mengikuti metodeku (yg tentunya, aku harapkan hambatannya lebih keci/tidak ada hambatan, at all)

3. Bertanggung Jawab. Ini masih harus aku pelajari dan kembangkan. Terkadang aku mengelak, terutama jika clientku marah2 ga ketulungan. Excuse-ku sih, aku 'berani' mengelak karena terkadang apa yg disampaikan client tidak jelas. Yg lebih parah, jika si client yang tiba2 minta suatu fitur, padahal waktunya mepet. Argghh..dasar client gelo..!! :p Excuse lainnya, karena aku sudah menyampaikan hal yg 'benar' kepada rekan kerja, namun rekan kerjaku bertindak/bekerja tidak yang semestinya. Lebih parahnya lagi, rekan kerjaku yg terlalu kreatif, dia mengubah segala sesuatu tanpa persetujuan dan sepengetahuanku. Walhasil, ketika delivery, fitur yang semula works well malah jadi amburadul :p

4. Komunikasi yang baik. Ini juga masih aku terus pelajari, agar hasilnya lebih baik lagi. Tidak saja berkomunikasi verbal, tapi juga mengkomunikasikan/menjelaskan sesuatu, terutama ke rekan kerja agar mereka mengerti dan punya pola pikir yang sama utk hal yang sama. Selain itu, pemimpin mesti tahu MEDIA YANG TEPAT utk berkomunikasi. Pengalaman tadi siang, aku meng-sms rekan kerjaku utk menjelaskan beberapa kesalahan kerjanya, ternyata akhirnya malah mengganggu diskusiku dengan client. Akhirnya aku stop sms 'corresponding' ini dengan menyatakan bahwa penjelasan lebih detail akan dikirim via mail. (sayang pulsa, hiks...hiks...;p tau gitu, ga akan ngirim sms dah....)

5. Peka, Empati dan Tenggang Rasa. Selain itu komunikasi yang baik, seorang pemimpin mesti punya kemampuan utk segera mengetahui 'ketidak beresan' yang terjadi di sekitarnya (terutama di rekan kerja/anak buah/yang dipimpin). Di samping itu, tenggang rasa juga mesti 'dipelihara', agar jangan sampai seorang pemimpin memberikan beban kerja yang terlalu berlebihan. Untuk hal2 ini aku juga mesti belajar banyak. Maklum, sifatku kadang terlalu cuek :p Sementara untuk tenggang rasa, aku merasa aku terlalu overdosis, alias terlalu banyak 'kasihan' :p Padahal, jika dilihat ke depannya, hal ini akan merugikan diriku juga...:(

So, besok aku akan melihat lagi kerja rekan kerja hasil koreksi. Jika masih salah, hmmm...aku mesti ngapain yach?? Memecut dia geto kaleeeee yeeee..?? :p >:)

Hmm...ternyata DUNIA memang TEMPAT UNTUK BELAJAR, BUKAN TEMPAT BERSENANG-SENANG...!! ;) Jika kita temui kesulitan, ikhtiar semaksimal mungkin dan DOA kepada ALLOH SWT, sebaik-baik tempat meminta pertolongan :)

Semoga qt semua bisa lebih baik, sikap dan menyikapi hidup :)