8/20/2014

Di postingan saya sebelumnya, ternyata banyak juga yg komen, terutama ingin di-add sebagai teman di LR. Saya sih tidak keberatan karena itu artinya nambah teman untuk membantu perjuangan saya di game LR. :-)

Namun nampaknya ada bug di template blog saya sehingga komentar yg muncul sangat terbatas. Karenanya saya menulis artikel baru ini utk memudahkan teman2 yg ingin berkomentar dan request add teman kepada saya. ;-) *sok seleb*

Ok cukup curhat dan sok selebnya. Mari kita mulai artikel ini.

Saat artikel ini dibuat, pengembang game LR sedang melakukan update. Skrinsutnya di bawah ini.


Saya belum melakukan update, terutama karena sdg jam kantor sehingga saya tidak ingin terganggu dan tergoda utk main game LR. ;-)

Saya tulis dahulu komposisi tim ranger dari pengalaman saya.
1. Di stage 85-96, gunakan komposisi 3 ranger dg mineral sedikit + 2 ranger dengan kemampuan splash.

2. Untuk melalui dan memenangkan stage 97-108, bisa gunakan ranger dg komposisi: 1 health, 1 balance, 3 splash.

3. Sementara untuk stage 109-120, saya gunakan 1 health, 1 balance, 1 attack, 2 splash. Ganti Soc Cony dg KSM, itu lebih baik.

4. Agar bisa menang di stage 121-127, saya gunakan beberapa komposisi berikut: 1 health, 2 balance, 1 attack, 1 splash.

Update:

5. Untuk di stage 128, saya gunakan 2 splash (KSM + Shu), 1 balance (Chichi), 1 low cost ranger (Red Brown), 1 health (Xan).

6. Di stage 129, komposisinya: 2 splash (KSM, Shu), 1 attack (Dancer King Boss), 1 balance (Chichi), 1 low cost ranger (Red Brown). Jika tidak ada DKB bisa digunakan Songster Cony (Splasher). Jika tidak ada Chichi bisa digunakan tipe balance lain (Masked Moon atau Thunder Brown). Jika tidak punya ranger2 kuat, bisa juga menggunakan 3 ranger murah (1* semodel Glenn, dkk).

7. Di stage 130, saya hanya gunakan 4 ranger. 2 splasher (KSM, Shu), 1 Health (Xan), Red Brown.

Kini kita bahas taktik perang/taktik tempur. Di artikel sebelumnya, saya sempat memberikan taktik dari stage 85 hingga 127. Saat ini saya berada di stage 131 sehingga saya rasa perlu dilakukan update utk taktik.

Taktik Tempur
1. Untuk stage 85-108, naikkan level mineral hingga 4, baru serang musuh. JANGAN naikkan level mineral ke level 8 saat awal permainan, karena kemungkinan kalah akan besar.

2. Musuh di stage 100-108 relatif mudah. Di sini saatnya mendapatkan ranger2 dengan * yg tinggi (4* dan 5*), misalnya Xan, Witch Con. Jadikan mereka master. Skill yg dibutuhkan: jago menghentikan spin.

3. Di stage 109-112, naikkan level mineral hingga level 8, baru menyerang.

4. Di stage 113-127, naikkan level mineral bertahap dg sesekali mengeluarkan ranger untuk menahan serangan musuh. Minimal mineral level 4 baru full konsentrasi menyerang.

5. Di stage 128, taktiknya agak rumit.
a. Keluarkan ranger low cost seraya naikkan level mineral hingga max (8).
b. Biarkan musuh mendekat ke markas, sambil sesekali mengirim ranger2 yg bisa buying time (mengulur waktu) agar mineral kita di kanan atas mencapai maksimal.
c. Saat mineral sudah maks atau HP markas kita sisa 30%, gunakan tornado. JANGAN KELUARKAN RANGER!
d. Ketika musuh sudah cukup dekat lagi dg markas, gunakan es, lalu gunakan friend help. Saatnya utk keluarkan ranger2 yg cukup kuat sebanyak mungkin.
e. Pada saat es hendak 'cair', gunakan invicible + meteor. Terus keluarkan ranger2 kuat (terutama yg splash). TUJUAN UTAMA: MENGHANCURKAN SI DICE!
f. Jika dice sudah hancur, akan relatif lebih mudah untuk menghancurkan sisa musuh

HATI-HATI: Jangan terlalu lama dan santai karena bisa2 'HURRY UP' akan muncul dan pasukan musuh sekelurahan akan menyerang anda! ;-)

6. Stage 129, taktiknya relatif sama dengan 129. Bedanya musuh yg dihadapi lebih kuat dan jarak markas musuh dg markas kita sangat dekat. Perbedaan taktik:
a. Pastikan mineral anda (kanan atas) sudah maks saat hendak gunakan tornado.
b. Usai gunakan tornado, segera gunakan es, lalu kirim friend help, dan keluarkan ranger2 terkuat (splash).
Sisanya sama.

7. Stage 130, taktiknya cukup berbeda dan unik.
a. Segera keluarkan 4 ranger anda secepatnya
b. TIDAK PERLU NAIKKAN LEVEL MINERAL! Tetap di level 1, yg penting bisa menyuplai mineral utk release 4 ranger anda
c. Ikuti poin 5b - 5f di atas

Tips Gacha! ;-)

Berikut tips + trik utk mendapatkan ranger2 yg bagus (5*)

Kalian beli gacha friendship dulu. Habisin friendshipnya terus baru beli gacha ruby 20 atau 100.
Kalo mau saran beli yang 100.
Yah itu sih tergantung hoki juga bang. Have fun yah^^

Tips trik dari Ferdi

------

Aku friend Ship Sampek Ada Ranger Warna hijau Kayak Edward Yaitu Toti Ehhh Baru Gacha 20 Rby Langsung nyangkut

Tips trik dari INTEL

------
Tips buat gacha juga hehe :)
Pertama beli kan friendship poin sampe dpat bintang 2 lalu baru beli gacha 100 rubi :) factor face juga berlaku hahahaha :) just have fun lets gachaa

Tips trik dari Kevin

-----
Tips terbaru utk gacha:
- simpan glenn seperti posisi ini, lalu lakukan gacha 100 ruby!


Hasil gachanya seperti ini:

Lumayan kan, dapat Chichi, Mully, Bernard, Cherina? ;-)

Good luck! :-)

Gambar dari sini.

Moral story:

- hati2 kecanduan game! *keplak2 diri sendiri*

Posted on Wednesday, August 20, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

8/17/2014


Saya menulis artikel ini terkait dengan kasus yg menimpa Aa Gym baru-baru ini.

Bismillah,

Salaam, Aa Gym.

Melalui artikel ini saya hendak menyuarakan hati saya terkait dengan musibah (jika memang layak disebut demikian) yg dialami oleh Aa Gym.

Malam kemarin, ketika saya sign in ke akun twitter saya, mendadak banyak orang menyinggung nama Aa Gym. Apabila nama Aa disebut di twitter, berdasarkan pengalaman saya selama ini, selalu ada hal yg menarik untuk dicermati dan bisa dijadikan pelajaran oleh kita semua. ((KITA))

Disertai dengan sedikit usaha, termasuk informasi yg diberikan oleh teman saya, Adiguna, akhirnya saya menemukan penyebab Aa Gym dibahas. Yakni adanya tweet porno yg di-fave (favorit) oleh 'Aa Gym'. Tak ayal lagi, para tweeps banyak membahas ini.

Sengaja saya tidak pasang skrinsut fave itu di sini. Tidak ada manfaatnya buat saya. Namun, ada beberapa hal yg menarik yg bisa saya ambil pelajaran dari kasus ini.

Pertama, Aa Gym tidak mau untuk berkata jujur mengenai apa yg terjadi. Apabila memang Aa Gym pernah khilaf untuk menekan tombol fave untuk tweet porno itu, akui saja. Ulama juga manusia, yg pernah salah. Rasululloh SAW saja pernah salah.

Alih-alih untuk memberikan penjelasan, Aa Gym malah meng-tweet hal berikut:

Kesan yg saya tangkap, Aa Gym berusaha mengalihkan (baca: menuduh) bahwa ada pihak lain yg melakukan hal itu. Saya merasa tweet Aa BUKAN JAWABAN melainkan lebih ke arah mengalihkan permasalahan/melempar bola panas. Padahal Aa sering menganjurkan untuk berkata jujur. Alangkah lebih baik, jika Aa berkata/nge-tweet seperti berikut

"Maafkan Aa atas kehebohan yg terjadi akibat adanya tweet porno yg sempat di-favorit. Ini adalah kecerobohan Aa."

Kedua, ini terkait dengan poin 1 sebenarnya.

Akun Aa, sepengetahuan saya, TIDAK ADA admin. Hal ini saya perhatikan, apabila memang benar ada admin, maka 'mestinya' Aa pernah nge-tweet juga dengan tanda yg khas. Pak SBY misalnya memberikan 'tanda' -SBY- apabila beliau yg LANGSUNG nge-tweet.

Sementara Aa, di tweetnya yg ke 11 ribu lebih, saya perhatikan (meski tidak semuanya) tidak pernah ada tanda khusus yg membedakan Aa dengan admin (jika ada). Dengan demikian, asumsi saya, Aa sendiri yg nge-tweet, meski seringkali saya melihat bahwa tipe tweet yg muncul lebih 'cocok' dilakukan oleh admin.

Kaitannya dengan poin 1, jika memang Aa yg melakukan fave, seperti saya tulis di atas, hendaknya Aa berkata jujur. Sebaliknya, jika bukan Aa yg melakukan (baca: admin), maka sampaikan juga dengan bahasa yg baik. Misalnya

"Maafkan kecerobohan admin akun Aa ini sehingga menimbulkan perbincangan yg tak sedap" atau sejenisnya. Aa lebih mumpuni untuk menyusun kata2 yg baik daripada kata2 saya di atas.

Tidak adanya penjelasan yg dilakukan oleh Aa mengakibatkan banyak orang (terutama hater) yg menggunjingkan hal ini. Janganlah Aa bersenang hati dengan gunjingan ini, dengan mengharap pahala akan mengalir dari para penggunjing, namun sikap Aa sendiri yg tidak clear menjelaskan hal ini yg membuat mereka melakukan hal ini.

Istri saya, Mia Wify, dia mengajarkan kepada saya agar jangan melakukan perbuatan yg membuat orang lain berdosa.

Seperti saya katakan, ketidakjelasan Aa membuat banyak orang menjadi penggunjing, tukang ghibah, seperti yg pernah menimpa diri Aa ketika melakukan poligami dahulu.

Ketiga, berkelit yg tak jelas.

Beberapa tweet sempat saya lihat berusaha membela Aa. Mereka menyebutkan bahwa yg melakukan fave itu admin Aa. Ada juga yg menyebutkan bahwa akun Aa di-hack, dst dst. Intinya, mereka berusaha membuat Aa tidak bersalah.

Kembali pada 2 poin di atas, Aa mestinya menjelaskan dan mengklarifikasi semua ini. Satu lagi Aa, JANGAN BERLINDUNG/MENGHINDAR dengan ALASAN DIHACK. Sesungguhnya alasan seperti itu adalah seburuk-buruk alasan.

Aa, tahukah bahwa masyarakat kian pandai? Tidak sepenuhnya mudah percaya dengan alasan hack? Apalagi jika melihat 'keutuhan' tweet dan akun Aa yg, setahu saya, tidak banyak mengalami perubahan.

Keempat, panik.

Alasan hack adalah kepanikan Aa karena 'kecolongan' fave tweet tidak senonoh. Seperti saya sebut di atas, itu adalah 'lame excuse'. Jangan pernah menggunakan alasan itu, apalagi Aa sendiri masih bisa menggunakan akun Aa.

Saya justru melihat bahwa ada pihak yg panik karena kasus ini. Entah Aa atau admin akun tersebut. Kepanikan bisa dilihat dari HILANGNYA TWEET2 FAVORIT yg ada di akun Aa. Dari beberapa skrinsut, akun Aa pernah meng-fave banyak tweet, namun usai kasus ini semuanya hilang.

Dugaan saya, Aa (atau admin) tidak ingin kecolongan (lagi) sehingga 'membabat' semua tweet fave yg pernah dilakukan.

Aa Gym,

Saya sendiri hingga sekarang masih menaruh dan menyimpan pikiran positif terhadap kejadian yg menimpa Aa. Beberapa waktu lalu Pak Tiffatul juga pernah mem-follow akun porno, demikian juga dengan Gus Sholah.

Khusus untuk Gus Sholah, saya lihat beliau mungkin pernah memberikan authorize pada saat meng-klik sebuah berita. Dugaan yg sama mungkin Aa lakukan. Namun karena sudah panik, maka Aa malah melakukan blunder.

Aa Gym,

Surat terbuka saya ini, insya ALLOH, bukan bermaksud untuk menghina ataupun merendahkan Aa Gym. Saya menulis ini justru berniat agar para hater tidak punya 'amunisi' untuk menyerang Aa. Caranya, ya Aa mesti menjelaskan dg terbuka.

Mengakui kesalahan lebih baik daripada menutup-nutupi kesalahan, apalagi malah membuat persoalan kian melebar ke hal2 yg tidak penting. Rasa2nya Aa pernah mengajarkan hal ini.

Seperti yg pernah Aa lakukan ketika heboh poligami dulu, yakni dengan melakukan klarifikasi, membuat orang2 tidak lagi menduga atau berspekulasi apakah benar Aa berpoligami atau tidak? Adapun alasan Aa berpoligami ya itu urusan pribadi Aa, maka menjadi aneh ketika banyak yg mengomentari alasan Aa. Meski banyak juga yg menyayangkan alasan Aa terlalu klise.

Sempat tebersit 'suudzon' di benak saya. Aa tidak melakukan klarifikasi karena takut terulangnya hal yg sama pada pesantren dan bisnis Aa, yakni ramai2 diboikot yg berujung pada (saat itu) kolapsnya bisnis-bisnis unit yg dikelola Aa.

Wallahualam. Saya segera hapus suudzon tersebut dan kembali berpikir positif.

Aa Gym,

Saya minta maaf jika dalam surat terbuka ini ada kata2 yg tidak berkenan. Mengutip ucapan Aa dalam tausiyah2 yg pernah saya ikuti,"semua yg baik dari ALLOH, sementara yg salah dari saya". Saya tidak suka kutipan ini sebenarnya, namun untuk hal ini saya bersedia menuliskan kutipan tersebut.

Semoga bermanfaat. Dan sesungguhnya manusia yg beruntung adalah yg hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Salaam ya Aa untuk teh Rini dan teh Ninih serta keluarga besar Aa.

- bukan santri DT, tapi pernah rajin ke DT -

Foto dari sini.

Moral story:

- saya bukan hater Aa Gym, meski seringkali mengkritik dan tidak setuju dg pendapat Aa Gym

- saya juga bukan fans Aa Gym, dengan membela mati2an beliau.

- I'm nobody. And nobody is perfect. ;-)

- ustad juga manusia, dia bisa salah. tapi jika salah yg dilakukan tidak diakui atau tidak dijelaskan, ya makin salah ;-D

Berikut ini beberapa tweet saya terkait kasus Aa Gym:


Posted on Sunday, August 17, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

8/02/2014

Dear Pak Mahfud MD, saya kembali menulis artikel (agak) serius ini usai membaca artikel anda di sini. Sebuah artikel yg ditulis, menurut saya, oleh seseorang yg 'buta' dengan kondisi sebenarnya bahkan cenderung untuk membela mati-matian jagoannya dengan melupakan 'kejahatan' yg dilakukan tim-nya. Seolah-olah timnya merupakan tim yg beraktivitas dg 'bersih'.

Saya akan komentari tiap pernyataan anda yg anda tulis di sana.

CAPRES Prabowo memang sangat fenomenal. Bayangkan, sekitar enam minggu sebelum pemungutan suara, elektabilitas Prabowo kalah jauh (22 %) terhadap Jokowi (46 %).

Tapi, saat pemungutan suara ternyata Prabowo mampu menempatkan dirinya seimbang dengan rivalnya itu. Bahkan, Tim Prabowo-Hatta meyakini Prabowo menang. Itu pun, Prabowo dikeroyok oleh lawan-lawannya melalui sekelompok media massa secara brutal, jauh dari kaidah pers dengan segala kode etiknya. Hantaman media terhadap Prabowo tidak hanya melalui pemberitaan yang tidak imbang melainkan secara brutal melalui mutilasi berita, dilepas dari konteksnya, sehingga Prabowo selalu disudutkan.

=== Pak Mahfud, anda seakan-akan menutup mata dengan tindakan kampanye hitam dan negatif yg dilakukan tim anda terhadap Jokowi. Sedemikian masifnya aktivitas kampanye hitam dan negatif yg dilakukan, bahkan melibatkan kiai dan ulama ikut melakukan FITNAH thd Jokowi, terutama terkait keturunan, agama yg dianutnya. Banyak orang yg taklid buta, mempercayai begitu saja berita2 FITNAH itu hanya karena ULAMA ikut MENYEBARKANNYA.


*kutipan diambil dari berita ini*

Hal lucu lain adalah pernyataan Prabwo dikeroyok oleh sekelompok media massa brutal. Apakah Pak Mahfud tahu betapa besarnya kelompok media massa yg dimiliki oleh Aburizal Bakrie dan Harry T? Jika hendak dibandingkan dari sisi media televisi, yg saya tahu, hanya Metro TV yg sejak awal mendukung dan banyak memberitakan Jokowi. Sementara TV One? Berita negatif dan fitnah terus dilancarkan, menjadi selingan saat review mengenai piala dunia.

Belum lagi kasus Obor Rakyat. Mengapa anda tidak berusaha mencegah penyebarannya? Minimal berusaha menceritakan kebenaran? Ah, saya lupa, posisi anda sedang bersebrangan. Selama bukan jagoan anda yg 'difitnah', anda tidak akan ambil pusing. Ya ya ya..

Jadi pernyataan anda bahwa Prabowo dikeroyok media massa, bagi saya, sangatlah absurd dan DELUSIONAL. ;-)

Bukan hanya Prabowo yang dibegitukan, Tim Prabowo-Hatta pun dibantai secara sadis. Tiga hari sebelum KPU mengumumkan hasil penghitungan suara, sebagai Ketua Timkamnas Prabowo-Hatta, saya diwawancarai oleh tiga televisi tentang peluang Prabowo. Saya jawab, kami yakin Prabowo-Hatta menang, tetapi jika ternyata nanti kalah, saya akan kembalikan mandat karena gagal mengantarkan kemenangan Prabowo-Hatta.

Saya takkan ikut tim hukum karena tim hukum dan timkamnas tugasnya berbeda. Ternyata, salah satu media memutilasi berita itu dengan menyiarkan secara berulang-ulang, “Mahfud MD kembalikan mandat karena gagal memenangkan Prabowo Hatta.”

Beritanya dimutilasi dengan membuang bagian atas dan bagian bawahnya. Pada rapat resmi Tim Prabowo-Hatta tanggal 20 Juli 2014 di Four Season Hotel ada semangat banyak tokoh di lingkungan Prabowo-Hatta untuk menggugat ke MK.

=== Pak Mahfud, coba anda cek lagi pernyataan anda di Youtube yg saya kutip di artikel saya sebelumnya. Kecuali anda memang memang amnesia atau mengalami delusional saat sedang diwawancara, saya memakluminya.

Saat itu saya meminta data real count internal dan berbagai temuan tim saksi dan data yang ditangani oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saya katakan sebagai ketua timkamnas, saya belum pernah mendapat data apa pun, padahal kalau akan menggugat ke MK, harus ada kepastian tentang signifikansi kesalahan penghitungan dan terjadinya pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Kalau tidak cermat, kita bisa terjerumus. Rupanya perdebatan di hotel itu bersebar ke wartawan karena memang sangat banyak yang hadir meski resminya yang boleh masuk dibatasi. Ketika pers mengonfirmasi hal itu maka saya pun membenarkan mengajukan pertanyaan itu. Eh, beritanya dijadikan panas. Ditulis, “Mahfud Kecewa pada PKS”, "Mahfud Tak Dapat Data Apa pun dari PKS”.

=== Pernyataan ini no komen. Saya melihatnya anda berusaha membela diri (+ PKS) serta menyalahkan media lain. ;-D

Isinya sekilas benar, tetapi sejatinya mengadu domba antara saya dan PKS. Begitu juga soal penarikan diri dari proses rekapitulasi suara di KPU yang terkait dengan peran Akbar Tanjung. Pers tahu bahwa rapat timkamnas yang dipimpin langsung oleh Prabowo tanggal 22 Juli 2014 itu memutuskan menarik diri dari proses rekapitulasi di KPU sesuai dengan usul Akbar Tanjung. Rapat itu memang tidak steril karena memang banyak yang ikut nimbrung.

Sebagai ketua timkamnas, saat ditanya pers, saya jelaskan sebagai informasi biasa. Kepada pers saya katakan bahwa pada rapat itu memang muncul tiga opsi. Pertama, langsung menyiapkan gugatan ke MK; Kedua, menerima keputusan KPU dengan legawa sebagai realitas politik; Ketiga, menolak untuk melanjutkan rekapitulasi karena KPU tidak prudent dan tidak mengindahkan rekomendasi-rekomendasi Bawaslu.

Alternatif ketiga ini diusulkan oleh tim Akbar Tanjung dan saya ikut membahasnya pada dini hari di rumah Akbar Tanjung. Saya sangat setuju usul Bang Akbar asal Prabowo setuju. Ternyata, rapat Tim Prabowo-Hatta siang harinya menyambut dengan semangat dan setuju dengan usul Akbar Tanjung. Itulah yang saya konfirmasikan kepada pers sebagai informasi biasa.

Tetapi, berita biasa dan usul bagus dari Akbar Tanjung itu menjadi panas karena digoreng dengan judul-judul berita yang provokatif. Ada yang menulis, “Akbar Tanjung Biang Pengunduran Diri Prabowo”, “Inisiatif Pengunduran Diri Prabowo datang dari Akbar Tanjung”, dan judul-judul lain yang memojokkan Akbar Tanjung.

Gorengan berita ini dijadikan alat oleh lawan-lawan politik Akbar Tanjung di Golkar dengan ikut menuduh Akbar sebagai biang kerok yang dikesankan jelek, padahal usulnya adalah usul yang baik dan disetujui oleh rapat secara bulat. Loyalis Akbar pun kemudian ada yang menyerang saya. Ada yang mengatakan saya membocorkan rahasia rapat, padahal itu bukan rahasia dan pers sudah tahu sendiri apa yang dibicarakan dalam rapat.

=== No komen juga. :-)

Ada yang menuduh saya disusupkan oleh Luhut Panjaitan dengan alasan saya teman dekat Luhut. Padahal, kedekatan saya dengan Luhut justru menjadi retak ketika saya memberi tahu padanya bahwa saya akan bergabung dengan Prabowo-Hatta. Ada juga yang menyebarkan foto-foto saya yang sedang mengacungkan dua jari sambil menuduh saya berkomplot, mendukung capres nomor 2.

Padahal, foto-foto tersebut adalah foto-foto lama yang sudah beredar saat kampanye untuk PKB pada Pileg Maret/April 2014. Karena, saat itu saya berkampanye untuk PKB yang merupakan kontestan pileg nomor urut 2 maka saya banyak berfoto dengan dua jari. Gorengan-gorengan, mutilasi berita, dan sodokan atas Prabowo dan para pendukungnya ini dipastikan terus berlangsung sampai keluarnya vonis MK.

Sebab ada yang punya target, “pokoknya Prabowo harus kalah”. Semoga setelah keluarnya vonis MK, semua selesai dengan damai dan kita terus membangun politik yang lebih beradab.

MOH MAHFUD MD
Pakar Hukum Tata Negara

=== Di bagian terakhir, saya lebih banyak no komen. Selain saya tidak tahu persis detail masalahnya, saya pribadi tetap melihat anda berusaha ngeles terus menerus. Apalagi berita dan sanggahan anda ini muncul sekian lama setelah 22 Juli 2014. Bagi saya, waktu sekian lama untuk memberikan sanggahan merupakan 'kesalahan' karena (dugaan saya) anda sengaja membuat opini berkembang sedemikian rupa baru anda menyanggah dan (seolah-olah) anda bersih. ;-)

Benar ucapan salah seorang teman saya, Excel, yg menyatakan anda adalah politikus sehingga tidak bisa dipercaya ucapannya karena pagi kedelai sore sudah tempe. Dan di mata saya, kenegarawanan anda sudah sedemikian luntur yg membuat saya KEHILANGAN RESPEK terhadap APAPUN pernyataan yg anda keluarkan. Baik itu untuk membela Prabowo ataupun 'seolah-olah' netral. :-)

Moral story:

- saya tidak pernah mau percaya lagi dg pak Mahfud :-)

Posted on Saturday, August 02, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

7/26/2014

Saya memberi saran ini berdasarkan pengalaman pribadi. Sudah sekian lama waktu berlalu sejak saya menjadi suami dari Wify dan sekian lama juga saya menemani dia berbelanja, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern (mall). Entah itu berbelanja kebutuhan sehari-hari maupun berbelanja baju, aksesoris, dan barang2 lainnya.

Pada awalnya saya tidak pernah memperhatikan (dengan serius) sikap pasangan yg sedang berbelanja. Hingga satu waktu, ketika menemani Wify berbelanja di pasar tradisional dan dia sedang menawar barang, saya melakukan pengamatan terhadap sekeliling saya.

Saya melihat bahwa JARANG sekali ada suami yg menemani istrinya berbelanja di pasar tradisional. Rata-rata ibu2 itu sendirian berbelanja. Ataupun jika ada laki2 yg menemani, ternyata anaknya.

Sejak saya kecil, saya sudah terbiasa menemani Mama pergi ke pasar, apalagi saya anak laki-laki pertama yg otomatis tubuh saya lebih besar (duluan) daripada adik2 saya. Awalnya saya mengeluh (dan keluhan ini berulang juga di kesempatan2 lain) pada saat menemani Mama belanja. Terutama saat beliau menawar (dengan sadis) harga sayur atau kebutuhan dapur lainnya. ;-)

Toh memang pada umumnya perempuan seperti itu. Menawar harga dengan gila2an di pasar tradisional dan menerima begitu saja harga yg ditetapkan mall. Sungguh suatu sikap yg tidak adil! *halah, salah fokus* 

Kembali ke topik, masih flashback dulu.

Hal yg pernah bikin saya terheran-heran adalah ketika saya menemani Mama belanja, lalu papasan dengan anak perempuan yg juga sdg menemani ibunya berbelanja. Kami berhenti di tempat sayur yg sama. Ketika ibu masing2 sdg menawar, anak perempuan menatap saya penuh keheranan. Lalu saat ibunya selesai duluan, seraya berjalan si anak perempuan itu bertanya kepada ibunya"Bu, itu anak laki2 ngapain ke pasar?" 

Suaranya cukup kencang dan saat itu hal yg terlintas di pikiran saya adalah,"HEEYYYY...APA ADA YG SALAH JIKA ADA ANAK LAKI2 MENEMANI IBUNYA BELANJA???? HALLOWWWW...???" 

Ok, pikiran saya bisa dibilang naif, apalagi utk ukuran anak kelas...err...anak yg masih muda banget lah. ;-) 

Tapi ternyata pemikiran seperti itu mempengaruhi kehidupan saya di masa mendatang, termasuk saat sudah menjadi suami.

Hingga saat ini, alhamdulillah, saya tidak pernah mengeluh jika menemani Wify berbelanja, ke manapun dan belanja apapun. Saya menikmati apa yg saya perbuat. Jika saya perhatikan di pasar tradisional, di jaman sekarang ini nampaknya masih sedikit suami yg mau menemani istrinya belanja. Becek, berat, bla 3x, mungkin menjadi alasan mereka.

Tapi toh hal yg sama juga saya temukan di mall2. Seringkali saya melihat para lelaki (entah suami ataupun pacar) dengan raut wajah yg bosen 1/2 mampus menemani pasangannya memilih baju atau sayur. Malah seringkali saya temukan para lelaki itu lebih memilih duduk2 di luar ataupun nongkrong di lokasi yg jauh dari tempat pasangannya berbelanja.

Ya bagi saya sih, enjoy saja semaksimal mungkin. Prinsip saya,"lebih baik menemani istri belanja, daripada istri cari laki2 lain (baca: selingkuh) gara2 nyari orang yg mau menemani belanja" :-D
Lalu ada komentar dari lae Winner seperti tweet di atas. Aduuuhh...gimana ya respon saya? :p

Mata jelalatan, ya mgkn saja, lah saya sudah bilang kadang saya mengamati orang lain di sekeliling saya. Cuci mata kalo istilah yg biasa digunakan, dengan asumsi yg diliat adalah cewe2 atau mahmud2, heheh.

Well, tidak sepenuhnya salah, karena (lagi2) saya kan suka mengamati orang lain *hahaha..keukeuuuhh...* meski biasanya jarang terjadi karena Wify cukup 'gesit' untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Lagipula, bagi saya, menemani berbelanja adalah salah satu momen untuk mengenal istri lebih dekat. Kadang istripun butuh opini/pendapat dari suami mengenai barang yg hendak dia beli. Entah warna sepatu, corak baju, kecocokan jilbab dengan baju, dst dst.

Alasan saya mungkin terdengar basi atau klise. Tapi memangnya saya peduli? ;-)

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- menemani istri belanja itu menyenangkan

- salah satu keuntungan menemani istri belanja, saya bisa 'nebeng' nyomot beli cemilan2 yg saya suka, hihihi... ;-)

- hasil menemani Mama ke pasar tradisional, saya jadi tega nawar, tidak saja ke pedagang tradisional tapi juga saat menawar harga ke vendor, hahaha... :-))

Posted on Saturday, July 26, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

7/24/2014



Usai sudah KPU menetapkan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak di Pilpres 2014 ini. Dan itu berarti saatnya mereka mulai bekerja, meski masih belum resmi karena pengukuhan (pelantikan) mereka menjadi Presiden dan Wapres RI 2014 - 2019 baru dilakukan Oktober 2014 mendatang.

Namun bukan berarti mereka lantas diam begitu saja.

 Siang ini saya temukan link (tautan) menarik, berisi daftar orang-orang yg dinilai punya kompetensi dan MAU BEKERJA yg dinominasikan menduduki jabatan sejumlah menteri. Anda bisa lihat di sini atau klik di tweet saya di atas.

'Gatel' usai membaca (detail) nama kandidat, saya pun nge-tweet beberapa hal sebagai berikut:


Di tweet akhir, seperti biasa saya beri komen 'ndak penting' ;-D
Menarik sekali mengetahui cara Jkw-JK dalam 'mencari' orang yg hendak dijadikan menteri. Terlebih masyarakat 'diperbolehkan' memberikan saran dan pendapatnya, untuk mengajukan nama calon menteri yg mereka harapkan dengan cara mengisi bagian yg masih kosong.

Sebenarnya tidak terlalu aneh membaca nama-nama yg tercantum, terutama bagi yg rajin mengamati perkembangan industri, pendidikan, maupun hukum. Beberapa nama bahkan sudah sering muncul di layar kaca untuk menyampaikan opininya pada saat pilpres.

Toh, memasukkan nama Ridwan Kamil (Walikota Bandung) sebagai salah satu kandidat Menteri Perumahan Rakyat merupakan kejutan bagi saya, melihat adanya rivalitas yg cukup serius pada saat Pilpres kemarin antara Prabowo (Gerindra) dengan Jokowi (PDIP). Tapi ternyata saya melihat bahwa Jokowi - JK memang (serius) mencari orang yg MAU BEKERJA. Memasukkan nama RK tidak salah, jika kita melihat perubahan2 yg dilakukannya pada saat mengurus Bandung sejak dia menjabat.

Walau demikian, saya sempat 'terusik' dengan tidak munculnya nama Ahok (Basuki TP) dalam kandidat menteri meski pada akhirnya saya menyadari bahwa (warga) DKI Jakarta masih membutuhkan 'sentuhan' Ahok untuk membereskan daerah ini.
Silakan cek aksi Ahok yg terbaru! ;-)
So, mari kita pilih orang2 yg memang kompeten dan MAU BEKERJA agar bisa memajukan bangsa Indonesia ini. Eh, tentunya mesti didukung oleh masyarakat. Jika tidak didukung, maka program2 sebagus apapun dari mereka (Pemerintah) tidak akan berhasil jika masyarakatnya tidak mau mendukung, termasuk mengubah mental yg selama ini sudah cukup akut (naik kendaraan melawan arus, motor naik trotoar, dst dst).

Semoga sukses...!!

Gambar dari sini.

Moral story:

- pemerintahan yg bagus tidak akan berhasil tanpa dukungan rakyat

- memilih JKW - JK bukan berarti selalu mengiyakan dan nurut. TETAP KRITIS!

- meski ada beberapa nama dari parpol pendukung mereka, saya melihat Jokowi - JK berusaha 'netral' dengan membiarkan masyarakat yg memilih. Setidaknya koalisi tanpa syarat yg mereka ajukan masih relatif bersih (hingga saat ini). Mengajukan calon dari partai pendukung, menurut saya, tidak ada larangan karena toh yg nanti yg terpilih adalah yg suaranya terbanyak :-)

- mudah2an cara pemilihan menteri ini tidak di-nyinyir-i kubu sebelah yg masih berkutat di urusan jumlah suara ;-)

Posted on Thursday, July 24, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments