Saturday, May 18, 2013


Tulisan ini bisa dipastikan sangat subyektif, saya lebih suka jujur di awal sehingga anda-anda yg membaca artikel ini kemudian mendebat atau mempertentangkan atau malah tidak menyukai (tulisan) saya, saya anggap itu hal yg lumrah dan resiko dari sebuah pernyataan suara hati yg sedemikian lama terbelenggu. *halah, lebay*

Sudah lebih dari 1 bulan, media di Indonesia menayangkan berita tentang PKS, terutama sejak ditangkapnya LHI dan belakang AF (plus dengan sederet nama dan wajah perempuan2 di belakangnya). Berita ttg PKS 'sedikit' surut ketika Uje meninggal, namun kemudian merebak lagi, bahkan lebih dahsyat terutama ketika seorang model majalah dewasa terseret dan kian sering muncul dalam pemberitaan (lumayan, numpang tenar dan ngiklan gratis).

Saya bukan fans PKS, karena saya pernah tuliskan kekecewaan saya terhadap PKS. Meski demikian, saya melihat pemberitaan terhadap PKS sudah terlalu lebay. Alih-alih menyorot dan mengusut dugaan korupsi (dan cuci uang) yg dilakukan LHI, media malah lebih suka menyorot perempuan2 (seksi). Media boleh berdalih bahwa para perempuan itu ada sangkut pautnya dg AF sehingga layak diberitakan, tapi bagi saya pemberitaannya sudah overrated.

Saya melihat PKS sudah menjadi common enemy. Ibarat Barcelona (pernah) sebagai tim terbaik di dunia saat dilatih Pep Guardiola, semua klub berusaha menjatuhkannya dari singgasana, bahkan dg cara2 yg kotor sekalipun.

Intinya, saya menilai media berusaha menggiring para penonton dan khalayak utk menyatakan LHI bersalah dan AF ada kaitannya dg PKS.

Saya sendiri lebih suka tidak banyak berkomentar (termasuk ke media sosial) mengenai hal ini. Dan saya pun menyayangkan sudah terlalu banyak orang beropini negatif juga, termasuk via media sosial. Problemnya: jika ternyata memang LHI tidak bersalah dan AF tidak ada hubungannya dg LHI dan PKS, apakah orang2 yg sudah beropini negatif mau meminta maaf (termasuk di media sosial)? Atau hanya diam saja, pura2 (atau memang) bego dan begitu gengsi untuk mengatakan maaf?

Toh, saya pun punya kritik juga untuk para kader dan pembela PKS. Klean juga terlalu lebay! Buat apa sih membela mati-matian para petinggi ataupun partai (PKS)?


Seperti kicauan saya di atas, yg lebih layak dibela adalah agama ALLOH SWT (Islam) dan Rasululloh SAW. Pimpinan parpol atau parpol, jika kita memang mau merujuk pada ajaran agama Islam, tidak perlu dibela sedemikian rupa. Cukup bela seperlunya. Biarkan pengacara yg bekerja mengumpulkan bukti2 yg menunjukkan tidak bersalah, lalu melakukan pembelaan dan adu argumen untuk menyakinkan hakim.

Saya pun merasa tidak perlu berlebihan menyikapi (bukan berarti membela) para pimpinan dan PKS. Argumennya sama, jika ternyata memang mereka bersalah, pernyataan2 pembelaan yg pernah saya lontarkan (termasuk di media sosial) ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Terus terang, saya melihat pembelaan (mati2an) para pendukung PKS malah menunjukkan Islam (di Indonesia) sangat reaktif. Pokoknya mereka hanya memandang Islam dan tidak mau menerima 'kenyataan' bahwa pimpinan PKS menjadi 'korban' penangkapan oleh KPK.


"KPK melakukan tebang pilih" << slogan usang yg selalu diteriakkan oleh pendukung partai manapun pada saat pimpinan dan partainya menjadi sasaran KPK. Saya MENOLAK mengomentari pernyataan basi ini. :-D

"Kader PKS ada yg bekerja di KPK, bla 3x" << sempat saya baca di salah satu kicauan. Lah, jika memang kadernya bekerja di KPK, berarti mestinya para pendukung PKS tahu bahwa KPK sudah bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. Jika mereka menganggap kinerja KPK tidak becus, yaaa itu berarti kinerja kader mereka di KPK juga tidak becus toh? ;-D *nah kan, terpercik muka sendiri deh!*

Intinya, semua pihak ndak perlu lebay menyikapi kasus yg menimpa pimpinan PKS ini. Mereka bukan Nabi, bahkan Rasululloh SAW saja pernah melakukan kesalahan hingga ditegur oleh ALLOH SWT melalui surat 'Abasa (QS 80).

Moral story:
- terlalu banyak orang lebay di dunia. dan kelebayan kian ditunjukkan di media sosial

- di Indonesia, kelebayan seringkali menggunakan/terkait agama (Islam) ;-(

- ndak usah repot2 ngecap saya sebagai hater PKS, saya tidak akan pernah peduli kok! :-)

- silakan dibaca juga artikel 4 'serangan' PKS ke KPK terkait kasus Luthfi

Sunday, May 12, 2013

Iklan Parodontax Menjijikkan!



Semuanya diawali ketika saya sedang asyik makan malam dengan Wify dan #mbakMika seraya menonton acara di sebuah televisi lokal. Saat jeda, mendadak muncul iklan yg diawali dengan ludah bercampur darah muncul di layar televisi. Sontak saya merasa jijik dan nyaris kehilangan nafsu makan, jika tidak segera memindahkan saluran televisi.

Ya, itulah iklan Parodontax, sebuah pasta gigi yg belakangan sedang gencar beriklan, namun menurut saya kurang etis.

Mengapa kurang etis? Banyak pasta gigi yg beriklan, termasuk yg menyatakan bisa mencegah gusi tidak berdarah bla 3x, namun toh tidak perlu menampilkan visual se'brutal' Parodontax. Jika tidak mau dianggap ekstrim karena beralasan mesti ada bukti gusi berdarah, kenapa iklan pembalut tidak menampilkan pembalut yg berlumuran darah haid? ;-)

Dan ketika saya cek di account twitter @rennyardhita, ternyata banyak juga yg menyatakan kekesalannya dg iklan Parodontax.

Iseng saya searching di Youtube, ternyata memang 'defaultnya' iklan Parodontax adalah menyajikan (secara visual) ludah bercampur darah. Bweehhhh.. :-S

Saya jadi heran dg perusahaan Parodontax ini, apakah mereka ga punya akal dan otak sama sekali yak? :p Saya dirasa kasar? Kasar mana dg iklannya? Eh, anda tidak merasa jijik? Mungkin anda memang tidak normal :-D

Moral story:
- selalu ada cara utk beriklan dg elegan, tanpa perlu bikin penonton merasa mual ataupun tidak nyaman

- beriklan tidak perlu brutal ataupun vulgar, apalagi menampilkan hal2 yg menjijikkan ;-)

Saturday, May 11, 2013

Ketika Gender Diidentikkan Dari Nama

Adalah hal yg apes (sekaligus menjengkelkan, sedih, dan marah?) apabila ada orang yg salah menyematkan gender gara2 nama kita yg menunjukkan gender lain.

Paling gampang saya kasih beberapa contoh berikut:

Saya sendiri termasuk salah satu orang yg (seringkali) apes dan jadi korban salah panggil. Penyebabnya yaaa itu, ada kata Aulia di belakang nama saya.

Berikut ini skrinsut orang 'salah sebut' gender utk saya.


Hal seperti ini selalu terjadi jika komunikasi dilakukan via email. Tapi jika komunikasi via telepon, syukurlah tidak pernah ada yg salah sebut.

Well, setidaknya saya masih beruntung. Ada beberapa teman saya yg lebih sering mengalami salah sebut gender ini, meski komunikasi dilakukan lewat telpon. Saya sebut saja namanya, yakni Isman dan Dian (let you guess who is Dian here, hehehe..).

Lalu, apakah saya perlu galau dan uring2an gara2 hal seperti ini? Saya sih tidak perlu (dan tidak mau) buang2 energi seperti itu. Biarkan saja. Paling2 nanti ujung2nya ybs akan minta maaf (kalo punya etika) karena salah sebut, hehehe.

Moral story:
- orang Indonesia masih suka 'menduga' gender dari nama

- kayanya kalo ketemu orang bule bisa2 lebih repot lagi, karena setahu saya ada beberapa nama 'bule' yg membingungkan dalam menentukan gender

- ada laki2 yg punya nama laki2, tapi ternyata ngondek, bweheheh...

Thursday, May 09, 2013

Membaca informasi bahwa Alex Ferguson akan resign dari manajer MU yg telah ditukanginya lebih dari 20 tahun sebenarnya biasa2 saja buat saya. Saya bukan fans MU, seperti yg pernah saya ceritakan di sini, saya lebih suka dengan Loserpool, eh, Liperfool, eh, Liverpool.

Toh, saya tetap mesti angkat topi untuk prestasi si AF (eittsss...AF di sini bukan Aceng Fikri, bukan Ahmad Fathanah, tapi Alex Ferguson) yg berhasil melampaui rekor Liverpool dalam meraih gelar (18 gelar) beberapa tahun lalu. Tahun ini bahkan MU sudah meraih gelar sebanyak 20 kali. Suatu pencapaian yg fantastis, mengingat 13 gelar dipersembahkan oleh AF sendiri! :-)


Lalu, pertanyaan yg penting (buat saya terutama, yg termasuk sebagai salah satu orang yg bosan dg dominasi MU di Premier League), dengan resignnya si Opa apakah itu berarti MU ke depannya akan kehilangan pamor? Jika ya, berarti itu peluang bagi klub2 lain untuk bisa bersaing mendapatkan gelar. Terutama untuk Arsenal dan Liverpool, kedua klub yg sama2 sudah lama (sekali) tidak meraih gelar Premier League, heheh.

Foto dari sini.

Moral story:
- seseorang yg bekerja dg passion/hati, akan meraih kepuasan seperti halnya yg dilakukan si AF ini. 26 tahun bowww menjabat jadi manajer MU. kalo bukan karena passion, saya yakin bakal bosen.

- saya bukan MU haters (banget). biasa saja...cuma kalo ada klub terlalu dominan di sebuah liga (sepakbola), saya bosen aja sih, hehehe.

Wednesday, May 08, 2013

Kicauan Wify sebenarnya sudah agak lama saya ketahui. Salah satu 'ritual' kami menjelang tidur adalah saling share cerita hari ini oleh pasangan masing2. Dan karena Wify memang bertugas mengantar-jemput #mbakMika saat bersekolah hari Senin, Rabu, dan Jum'at, maka malamnya otomatis saya mendapatkan update mengenai kondisi sekolah #mbakMika.

Sudah sekitar sebulan lalu, Wify cerita adanya beberapa murid PAUD yg melakukan tindakan tidak menyenangkan (untuk memperhalus: tindakan kasar) terhadap #mbakMika. Awalnya pun Wify tidak ngeh, hingga dia memperhatikan lebih teliti, ternyata memang ada aksi bullying yg diterima #mbakMika.

Saya sendiri gemes juga mendengar cerita Wify. Dan saya yakin Wify tidak mengarang cerita tersebut. Pertama, apa manfaatnya untuk kami? Kedua, pengalaman kami dengan daycare di bulan September 2012 lalu membuat mata kami terbuka lebar mengenai adanya tindakan kekerasan yg (bisa) terjadi di tingkat pendidikan yg rendah sekalipun!

Jika di daycare tindakan kekerasan (diduga) dilakukan oleh pengasuh dan pemilik daycare, maka di PAUD ini ternyata dilakukan oleh teman sebaya! Saya bisa katakan hal ini SANGAT BERBAHAYA!

Bisa dibayangkan, jika sedari TK saja sudah terbiasa nge-gank dan mem-bully orang lain, bukan tidak mungkin kelakuan ini akan terus dilakukan hingga besar nanti! Saya sendiri pernah menulis artikel bahwa bullying terjadi di sekitar lingkungan kita. Namun saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa anak saya (kelak bernama #mbakMika) akan menjadi salah satu korban....dan terjadi di tingkat TK/PAUD pula!



Saat ini saya dan Wify belum banyak bertindak. Wify sendiri sudah mengantisipasi dengan lebih dekat menjaga #mbakMika. Selain agar #mbakMika tidak menjadi korban bullying, tapi juga untuk 'meredam' sifat dan perilaku bullying yg dilakukan teman2 #mbakMika.

Saya sendiri sempat kepikiran untuk minta Wify merekam setiap aktivitas #mbakMika di PAUD, sehingga apabila ada temannya #mbakMika yg melakukan aksi bullying bisa dilaporkan ke guru/orang tuanya. Sejauh ini, aksi ini belum dilakukan. Masih perlu didiskusikan lebih lanjut. ;-)

So, bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Bahkan oleh anak2 kecil yg dianggap tidak berdosa sekalipun.

Saya sendiri heran, apa salahnya #mbakMika sehingga teman2nya membully dia? Padahal, laporan dari Wify, #mbakMika anaknya anteng2 saja, bukan biang kerok dan tukang bikin onar.

Gambar dari sini.

Moral story:
- bagi anda yg menyekolahkan anak anda (apalagi masih balita) jangan lengah dan menganggap enteng bullying. pengalaman kami membuktikan, bullying bisa dilakukan oleh anak balita!

- saya sudah kepikiran untuk mulai berlatih bela diri. namun melihat perilaku dan sikap #mbakMika sekarang, yg lebih suka main, saya masih mempertimbangkan ulang dan menghitung ulang kapan memasukkan #mbakMika ke kelas bela diri. ada saran?

- saya masih agak sulit menuliskan pengalaman #mbakMika di daycare. masih terbayang perih dan pahitnya kejadian tersebut. tapi, insya ALLOH, saya akan selesaikan artikel itu.

- saya masih susah menentukan, siapa yg mesti bertanggung jawab dg sikap dan perilaku anak TK yg melakukan bullying ini. ;-(

Monday, May 06, 2013

MotoGP 2013 Masih Menjanjikan!

Usai Casey Stoner mengumumkan dirinya resign dari arena MotoGP, saya sempat pesimis bahwa MotoGP akan tetap seru. Meski Rossi kembali ke tim Yamaha, saat itu saya melihat Pedrosa akan dikepung dan 'diasapi' oleh tim Yamaha.


Sejujurnya, saat itu saya tidak terlalu banyak tahu ttg Marc Marquez. Selain saya sdg malas googling, saya juga sudah kadung ilfeel duluan usai CS resign.

Namun, setelah keberhasilannya meraih podium (juara 1, maksudnya) saya mulai mempertimbangkan penampilan si Marc. Nampaknya ada harapan MotoGP akan menjadi ajang yg seru (lagi). Dan dugaan saya ternyata benar.

Pada lomba di Jerez kemarin, terjadi pertarungan sengit antara Marc dan Lorenzo, terutama di lap2 akhir. Diwarnai dg senggolan (untungnya bukan senggol bacok) yg dilakukan oleh Lorenzeo (IMO, karena dari tayangan terlihat sekali Lorenzo terlalu menikung, berusaha masuk), Marc akhirnya berhasil menempati posisi 2 dan memperkuat posisinya sebagai pimpinan klasemen dengan 61 poin.

So, saya mesti cabut kembali 'perasaan' bahwa MotoGP tidak menarik lagi. Saya berharap dia tidak mati muda seperti si brokoli. ;-(

Moral story:
- mesti memperbanyak info, terutama untuk MotoGP

- ke depannya, saya bakal menunggu aksi2 menarik lainnya dari si Marc.